bernasnews – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengutamakan bank sampah dalam pengelolaan sampah anorganik lantaran kehadirannya tidak sekadar pengelolaan persampahan. Namun ada ruang interaksi sosial masyarakat yang lebih kuat saat berkegiatan bank sampah.
Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah Pemkot Yogyakarta sekaligus Ketua Forum Bank Sampah Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya saat menghadiri acara peluncuran Bank Sampah Tunas Manunggal Jaya dan peresmian pos ronda RT 20 RW 5 Kampung Kebrokan, Pandeyan, Umbulharjo, Yogyakarta, Minggu (15/1/2023).
“Kehadiran bank sampah menjadi sesuatu yang penting artinya,” tegas Aman, dikutip dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta.
Dikatakan, bahwa Pemkot Yogyakarta menggulirkan gerakan zero sampah anorganik untuk mengurangi volume sampah pasalnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan hampir penuh. “Dengan gerakan itu sampah anorganik rumah tangga dikelola ke bank sampah karena tempat pembuangan sementara (TPS) atau depo hanya menerima sampah organik dan residu,” terang Aman.
Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto mengungkapkan, kini total ada sekitar 576 bank sampah di Kota Yogyakarta. Sebagian besar bank sampah di Kota Yogyakarta berbasis RW maupun RT.
“DLH Kota Yogyakarta telah memetakan sebaran lokasi bank sampah di Kota Yogyakarta yang bisa diakses di Jogja Smart Service (JSS) maupun website DLH Kota Yogyakarta,” kata Sugeng. (ted)












