Siswa-siswi Bertalenta Sastra Jawa agar Jadi Virus Positif di Sekolah

Para peserta Kemah Cerpen Tunas Bahasa Ibu 2023 DIY beserta guru pendamping foto bersama Kepala Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Dra. Dwi Pratiwi, M.Pd. (kanan) dan staf di depan kantor setempat, Jalan I Dewa Nyoman Oka 34 Yogyakarta, Jumat (13/1/2023). (Foto : Y.B. Margantoro/bernasnews).

bernasnews – Enam orang siswa-siswi sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) peserta Kemah Cerpen Tunas Bahasa Ibu 2023 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperoleh apresiasi dari Kepala Balai Bahasa Provinsi DIY Dra. Dwi Pratiwi, M.Pd. pada acara penutupan program itu di kantor setempat, Jalan I Dewan Nyoman Oka 34 Yogyakarta, Jumat (13/1/2023).

“Saya sangat bersyukur dan bangga atas kemampuan yang dimiliki adik-adik kita peserta Kemah Cerpen Tunas Bahasa Ibu 2023 ini. Mereka adalah harta karun yang luar biasa bagi kita semua, khususnya DIY. Dengan talenta sastra Jawa yang mereka miliki, kita berharap adik-adik menjadi virus positif dalam berkarya cerita cekak atau cerkak bagi teman-teman mereka di sekolah,” kata Dwi Pratiwi yang tidak dapat menyembunyikan suka citanya terhadap generasi muda yang mau menekuni sastra dan bahasa Jawa ini.

Menurut dia, program Kemah Cerpen Tunas Bahasa Ibu 2023 yang diselenggarakan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek  dan dilaksanakan di 13 provinsi termasuk Balai Bahasa DIY diharapkan menjadi model pengembangan revitalisasi bahasa daerah. Karya peserta kemah cerpen di DIY akan dijadikan antologi bersama tingkat nasional dan diluncurkan Mendikbudristek pada Hari Bahasa Ibu 2023 di Jakarta.

Pada acara penutupan kemah cerpen di Balai Bahasa DIY itu para peserta membacakan sepenggal karya pribadi.  Mereka adalah Pramunditya Ahimsa Untoro (SMP N 15 Yogyakarta), Titis Awahita Sudiharjo Putri (SMP Teladan Sleman), Runa Chaira Nur Pramana (SMP N 5 Yogyakarta), Amelia Faradila Rizki Nugroho (SD Cendekia Bantul), Fairuza Aliya Mufida (SD N 2 Godean, Sleman) dan Dhayu Cinta Putu Sari (SD N Model, Sleman).  

Pembimbing kemah cerpen Ardini mengungkapkan rasa bangga, bahagia dan terharu atas prestasi peserta program ini. Dia yakin dan berharap, talenta generasi penerus sastra Jawa ini dapat bertumbuh di kelak kemudian hari.  

Selain para guru pendamping siswa, hadir pula pada acara ini Bidang Pengembangan Bahasa dan Sastra Balai Bahasa DIY Dr. Ratun Untoro, M.Hum. (mar)