News  

Mobil Keliling Dinkes Dilibatkan untuk Edukasi Zero Sampah Anorganik

Suasana kegiatan Bank Sampah Surya Indah RW 08 Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

bernasnews – Sosialisasi dan edukasi gerakan zero sampah anorganik semakin massif dan gencar diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui mobil keliling yang selalu digunakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta dalam melaksanakan edukasi langsung kepada masyarakat secara merata dari RT/ RW wilayah Kota Yogyakarta.

Kepala Seksi Promosi Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Arumi Wulansari menjelaskan, bahwa kegiatan ini sesuai dengan Surat Edaran Walikota No 660/6123/SE/2022 tentang Gerakan Zero Sampah Anorganik. Menurut dia, agar masyarakat memahami jenis sampah yang akan dipilih secara detail dan warga Kota Yogyakarta dapat langsung menerapkan terkait perwal gerakan zero sampah anorganik.

“Edukasi dan sosialisasi dengan mobil keliling ini setidaknya ketika masyarakat disapa langsung akan lebih mantap. Juga saat diingatkan ketika tidak melakukan pemilahan sampah, akan lebih mengena,” terang Arumi, dikutip dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta, Rabu (11/1/2023). 

Edukasi keliling, lanjut dia menambahkan, dimulai sejak tanggal 29 Desember 2022 dan direncanakan selesai pada tanggal 20 Januari 2023. Namun tidak menutup kemungkinan edukasi bertema zero sampah ini dapat diperpanjang sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat.

“Mari kita kelola sampah kita dengan sistem 3R, yakni Reduce atau mengurangi sampah rumah tangga, Reuse menggunakan kembali sampah rumah tangga dan Recycle mendaur ulang barang bekas,’ tegas Arumi.

Pemilahan yang dimaksud adalah sampah yang tidak dapat didaur ulang atau kategori residu, antara lain steyrofoam atau gabus, pampers, puntung rokok, tisu bekas. Sementara Sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), yang terdiri dari bekas elektronik, kaleng spray/aerosol, obat-obatan, lampu, masker ataupun batu baterai.

“Sampah residu dan sampah B3 mohon dipilah tersendiri sebelum dibawa ke TPS, Depo atau gerobak-gerobak yang tersedia di wilayah terdekat,” ujar Arumni. (ted).