News  

Guna Mengantisipasi Lakalantas, Jalan Wates Gamping Dipasangi Water Barier

Penampakan Jalan Wates Km 8, Gamping, Sleman, DIY usai dipasangi Water Barier sebagai pemisah jaludan pemasangan APILL, Rabu (11/1/2023). Foto: Nuning Harginingsih/ bernasnews.

bernasnews — Sebagai tindak lanjut dari keluhan dan masukkan dari warga sekitar ruas Jalan Wates Km 8 atau tepatnya Dusun Ngaran, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman lantaran ruas jalan tersebut sering terjadi lakalantas dan memakan korban jiwa, Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Dinas PU, DLLAJR, DLH, Forkompinka Kapanewon Gamping, Kalurahan Balecatur  serta Pengampu Jalan Nasional memasang pembatas jalan (Water Barier) dan beberapa rambu APILL, Selasa (10/1/2023).

Lurah Balecatur Andri Septiyanto mengapresiasi dan merasa senang dengan adanya rambu – rambu yang dipasang di ruas jalan tersebut. “Saya berharap dengan dipasangnya pembatas jalan, kecelakaan yang sering terjadi dan kemacetan  di daerah ini dapat berkurang,” kata dia, saat dihubungi bernasnews, Rabu (11/1/2023).

Lanjut Andri menjelaskan, bahwa ruas jalan tersebut dapat dikata tidak begitu lebar namun lalulintas kendaraan cukup padat. Jalan kategori jalan nasional adalah jalan yang cukup halus dan lurus sehingga banyak pengendara yang abai dalam kecepatan. “Akibatnya sering terjadi kecelakaan hingga memakan korban, pada umumnya warga setempat,” kata Lurah yang masih lajang itu.

Suasana pagi Jalan Wates Km 8, di wilayah Dusun Ngaran, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Rabu (11/1/2023). Foto: Nuning Harginingsih/ bernasnews.

Sementara seorang warga perumahan di wilayah setempat, Boy mengungkapkan hal yang serupa, setuju sekali dengan adanya pemasanagan pembatas jalan (Water Barier) di ruas jalan itu. Menurut Boy, bisa untuk meminimalisir kecelakaaan yang sering terjadi dan para pengguna jalan yang lewat bisa lebih mematuhi marka jalan yang dipasang.   

“Misalpun ada beberapa warga yang kaget dengan adanya pemasangan pembatas jalan tersebut dan mereka menjadi agak sulit aksesnya. Semua itu butuh penyesuaian sebab itu dilakukan demi keselamatan bagi semua sebagai pengguna jalan. Juga diharapkan warga yang menggunankan jalan ini mau mematuhi rambu – rambu yang ada,” ujar Boy. (nun/ ted)