bernasnews – Kondisi perekonomian di Indonesia di tahun 2023 ini disebut masih berada dalam ketidakpastian. Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Presidium KAHMI Majelis Wilayah DIY, Suhartono dalam pembahasan Indonesia Outlook: Catatan Awal Tahun 2023.
Sejumlah akademisi dilibatkan dalam diskusi terkait dengan bagaimana gambaran perekonomian Indonesia selama tahun 2023 ke depan yang bakal dihadapkan pada isu aktual di masa kini.
“Kami l secara rutin melakukan diskusi publik untuk membahas isu-isu aktual yang selanjutnya akan menghasilkan beberapa rekomendasi untuk memberi masukan pada lembaga-lembaga terkait khususnya di pemerintahan sebagai masukan dalam pengambilan kebijakan,” tandas Suhartono di kampus STIE Widya Wiwaha Yogyakarta Sabtu (7/1/2023).
Pada diskusi publik kali ini membahas 4 isu besar yang saat ini sedang dihadapi. Pembahasan pertama yang dibicarakan mengenai dinamika perekonomian global saat ini beserta faktor ketidakpastian seperti resesi ekonomi beberapa negara, harga dan pasokan energi, harga dan pasokan pangan, inflasi tinggi, dan suku bunga tinggi.
Selain itu mereka juga membahas kondisi sosial politik. Mengingat Indonesia tak lama lagi bakal menghadapi pemilu 2024. Lalu isu ketiga membahas berkenaan dengan Perpu Cipta kerja yang dinilai kontroversial yang dilihat dari perspektif hukum. Dan isu tak kalah penting yakni terkait radikalisme dalam beragama.
“Hasil dari diskusi publik ini akan kami lanjutkan dalam bentuk rekomendasi yang akan kita sampaikan pada pihak-pihak terkait terutama pengambil kebijakan dalam pemerintahan,” pungkasnya.











