News  

Misa Perayaan Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah, Umat Paroki TDGY Macanan Diajak Meneladani Spiritualitas Santa Maria

Pembacaan kitab suci dalam misa perayaan Hari Santa Perawan Maria Bunda Allah, di Gereja Tyas Dalem Gusti Yesus, Macanan, Sleman, DIY, Minggu,(1/1/2023). Foto: Kiriman Yohanes Sudarna.

bernasnews — Bertepatan dengan perayaan tahun baru 2023,  umat Paroki Tyas Dalem Gusti Yesus (TDGY) Macanan, Kabupaten Sleman, DIY mengikuti misa perayaan  Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah yang dipimpin oleh Rama Lambertus Issri Purnomo Murtyanto, Pr, bertempat di gereja  paroki setempat, Minggu (1/1/2023).

Dalam pengantarnya Romo Issri menyampaikan, bahwa setiap tanggal 1 Januari Gereja Katolik menetapkan sebagai Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah, dan  sesuai dengan Kalender Liturgi Bulan Januari 2023 jatuh pada hari Minggu.

“Perayaan Ekaristi ini  untuk menghormati Santa Perawan  Maria Bunda Allah, untuk tahun – tahun yang akan datang seandainya tanggal 1 Januari tidak jatuh pada hari Minggupun tetap diadakan Ekaristi kudus.” terang Romo Issri.

Misa  perayaan Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah kali  ini terasa sangat menarik karena Romo Issri lebih banyak memberikan katekese bagi seluruh umat  Paroki Tyas Dalem Gusti Yesus Macanan tentang spiritualitas Santa Perawan Maria. Romo juga mengajak umat berdoa kepada Bunda Maria agar Bunda Maria mendoakan kita supaya bisa menjalani hidup dengan teguh, tenang, kuat, dan tabah persis seperti Bunda Maria sendiri.

“Santa Perawan Maria menjadi Bunda Yesus, Bunda Allah karena dia berkenan di hadapan Bapa di Surga, apa yang Dia perbuat sesuai dengan iman, dan juga melaksanakan Hukum Taurat,”  terang Romo dalam homilinya.  

Koor Kelompok Ibu – Ibu Wanita Katolik Paroki TDGY Macanan mengiringi misa perayaan Hari Santa Perawan Maria Bunda Allah di Gereja Tyas Dalem Gusti Yesus, Macanan, Sleman, Minggu,(1/1/2023). Foto: Kiriman Yohanes Sudarna

Romo Issri juga mengajak umat untuk menyadari dan meneguhkan iman tentang ajaran gereja mengenai posisi Bunda Maria, Ibu yang melahirkan Tuhan Yesus sebagai Allah maupun sebagai manusia. “Tuhan Yesus merupakan perwujudan firman Allah yang menjadi manusia, Ia mengalami panggilan sebagaimana manusia pada umumnya. Karena Bunda Maria melahirkan Tuhan Yesus, maka tidak ada salahnya Bunda Maria disebut Bunda Allah.  Hal tersebut sesuai dengan rumusan dalam Konsili tahun 431 yang menjadi dogma Gereja, Bunda Maria sebagai Bunda Allah,” ungkapnya.

 Refleksi lain yang disampaikan Romo, bahwa Bunda Maria sebagai manusia biasa juga mengalami kehidupan yang berat, mengalami situasi yang sangat kontras. Sebagai contoh situasi bahagia ketika memangku Tuhan Yesus dengan kain lampin, namun 33 tahun kemudian Bunda Maria harus memangku tubuh Tuhan Yesus yang penuh luka dan wafat, tetapi Bunda Maria mampu menyimpan segala perkara itu, dengan imanya “Aku ini hamba Tuhan terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.”

Mengakhiri homilinya, Romo mengajak umat Paroki Tyas Dalem Gusti Yesus Macanan untuk memohon berkat kepada Bunda Maria agar  cita – cita dan harapan pada tahun 2023 sungguh berkenan dan diberkati Tuhan. “Marilah kita senantiasa berdoa Novena kepada Santa Perawan Maria, agar kita bisa seperti Bunda Maria sendiri, sungguh – sungguh bisa menghayati hidup kita sebagai umat katolik yang benar dan mengikuti ajaran Gereja,” pesan Romo Issri. (Penulis: Yohanes Sudarna, tinggal di Semarang)