bernasnews – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Panembahan Grumegah, Kelurahan Panembahan telah mendapatkan Surat Keputusan dari Gubernur DIY Sri Sultan HB X. Surat Keputusan Nomor 345/KEP/2022, tentang Penetapan Kelembagaan Kelompok Sadar Wisata Daerah Isimewa Yogyakarta, Tahun Anggaran 2022, yang juga diberikan pada 91 Pokdarwis, kelurahan/ kalurahan se-DIY.
Surat Keputusan dalam format digital itu juga disampaikan oleh Ketua Pokdarwis Panembahan Grumegah Y. Sri Susilo untuk para anggota pengurus pokdarwis dan Ketua Kampung se-Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta, Minggu (18/12/2022).
“Keberadaan surat keputusan penetapan ini bisa menjadi penyemangat dan payung hukum dalam berkiprah nantinya. Saya berharap rekan-rekan pengurus Pokdarwis Panembahan Gumregah dan pengampu wilayah, serta para Ketua Kampung dapat mempelajarinya,” ungkap Y. Sri Susilo, yang kesehariannya berprofesi sebagai dosen di FBE UAJY.
Sebagaimana pernah diungkapkan oleh Ketua DPD GIPI DIY Bobby Ardyanto, bahwa bicara menyoal pariwisata Kelurahan Panembahan patut bersyukur. Tidak semua kampung (wisata) dianugerahi daya tarik namun untuk Kelurahan Panembahan punya satu anker daya tarik wisata yaitu keberadaan Kraton Yogyakarta.
“Pariwisata Jogja itu sama dengan Bali, DNA (keturunan, red) sama yaitu budaya. Kraton Yogyakarta juga menjadi pusat pengembangan tradisi Jawa hingga kini. Inilah yang menjadi anugerah karena pusat budayanya tidak jauh dari Kelurahan Panembahan,” terang Bobby, saat menjadi nara sumber dalam Pelatihan Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Pokdarwis/ Kawista Kemantren, yang diinisiasi oleh ISEI Yogyakarta, dan didukung Perwakilan BI DIY, FBE UAJY, dan Pokdarwis Panembahan Gumregah beberapa waktu lalu.
Seperti diketahui wilayah Kelurahan Panembahan merupakan salah satu bagian dari sirip-sirip terkait Sumbu Filosofi ‘Sangkan Parane Dumadi’, yang keberadaannya telah dicatatakan pada UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda. Sumbu Filosofi ini tidak lepas dari berdirinya Kraton Yogyakarta. Banyak sekali potensi budaya yang terdapat di kampung-kampung sekitarnya, yang tentunya dapat dieksplor dalam kemasan pariwisata. (ted)











