BOMBOM Penyetan, Hadir Ikut Meramaikan Bisnis Kuliner di Jogja

BOMBOM Penyetan, di Jalan Bonjotan Candi Winangun, Sardonoharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

bernasnews — Bisnis kuliner bisa dikatakan gampang-gampang sulit, dianggap gampang karena tinggal meniru atau mengcopas kuliner yang telah ada. Sulitnya adalah ketika mengembangkan bisnis atau dari sisi manajemen persaingan lantaran banyak usaha kuliner yang serupa dan sejenis.

Seperti halnya bisnis kuliner penyetan, kuliner yang berbasis mengandalkan aneka sambal dengan varian menu berupa olahan ayam, telor serta ikan yang terdiri dari ikan lele dan nila ini sangat jamak dijumpai di pinggiran jalan, maupun sudut-sudut kota juga telah merambah di desa-desa.

Kini hadir satu lagi bisnis kuliner penyetan, dengan membawa brand BOMBOM Penyetan. Resto milik pasangan suami istri Djaka Sutana dan Sri S Wulandari ini berpusat di Jalan Bonjotan Candi Winangun, Sardonoharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY. Atau tepatnya di sebelah Kost Exclusive Rumah Anisa. Buka setiap hari, pukul 11:00 – 24:00 WIB dini hari.

Dari kanan Owner BOMBOM Penyetan Djaka Sutana, Konsultan Bisnis dan Jurnalis Senior Z. Bambang Darmadi, dan Pengelola Bisnis BOMBOM Penyetan Tri Suratno, foto bersama, di outlet 1 Jalan Bonjotan Candi Winangun, Sardonoharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman, Jumat (9/12/2022). Foto: Tedy Kartyadi/ bernasnews.

“Pengelolaan bisnis kuliner ini saya pasrahkan kepada anak-anak muda yang penuh kreatif. Mulai dibuka Senin (5/12) kemarin bersamaan dengan outlet yang ada di Jalan Pramuka, Kotagede, Yogyakarta,” papar Djaka Sutana selaku owner BOMBOM Penyetan, didampingi Tri Suratno sebagai pengelola, Jumat (9/12/2022).

Lanjut Djaka menjelaskan, bahwa pembukaan bisnis baru di bidang kuliner penyetan ini selain masih cukup banyak peluang apalagi dikelola secara kekinian. “Kami langsung buka dua outlet ini, karena diyakinkan dengan hasil pengamatan Mas Tri, bahwa ojek online yang melintasi Jalan Pramuka rata-rata per hari 50 motor. Dan daripada rumah kosong sekaligus saja untuk buka kuliner penyetan,” kata dia.

Sementara, sebagai pengelola BOMBOM Penyetan Tri Suratno menjelaskan, bahwa konsep, dari pemilihan bahan, cara masak, cita rasa juga keaneka ragaman sambal berbeda dengan usaha-usaha kuliner penyetan pada umumnya. “Bisnis kuliner itu selain cita rasa masakan dan penyajian yang menarik, dengan pelayanan yang baik pula. Juga ada unique selling point yang menjadi keunggulan untuk dijual,” ujar pria asal Tegal, Jawa Tengah.

Tampilan menu kuliner BOMBOM Penyetan pada nampan rangsum yang unik serta taburan sayur kalian yang menjadi salah satu dari keunikan selain cita rasanya. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

Dikatakan Tri, bahwa untuk pengelolaan F and B (Food & Beverage, red) BOM BOM Penyetan dibantu oleh rekan-rekannya yang merupakan karyawan jebolan dari hotel bintang, dengan cara memasak awal terpusat di Central Kitchen. “Ada semacam standarisasi bahan dan cita rasa, sehingga antara outlet satu dengan oulet yang lain tinggal finishing dan penyajian dengan cita rasa yang sama enaknya serta sama kerennya dalam penyajian makan di tempat maupun pesanan online,” jelas dia.

Lanjut Tri Suratno menambahkan, untuk varian sambal diantaranya sambal tomat, sambal bawang, sambal trasi, sambal bajak, sambal matah, dan dabu-dabu sambal khas dari Menado. “Meskipun ada dabu-dabu sambal khas Menado, namun banyak konsumen kami yang rata-rata anak muda sangat suka dengan sambal bawang dan sambal tomat. Satu lagi yang membedakan, nasi ditaburi dengan kalian goreng,” pungkasnya.

Meskipun relatif baru BOM BOM Penyetan juga telah bekerja sama dengan beberapa marketplace diantaranya, Shopee Food, Go Food, dan Grab Food. Kata BOMBOM dengan warna khasnya hijau ini, dipersonifikasikan sebagai orang yang ceria dan gemar makan mentargetkan dalam waktu dekat akan buka lagi 7 outlet baru, di wilayah Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. (zbd/ ted)