bernasnews – Di masa kini perkembangan arus informasi berkembang pesat terlebih dengan adanya dukungan internet. Keberadaan jurnalisme kini perlu mempertahankan kredibilitasnya di tengah gempuran informasi hoaks hingga tindakan berlawanan dengan kode etik. Karenanya, dasar jurnalistik menjadi penting diketahui sebagai pedoman.
Direktur bernasnews Digital Academy sekaligus pemimpin redaksi, Y. B. Margantoro mengatakan bahwa jurnalisme jika diibaratkan sebuah rumah maka memerlukan banyak bagian. Dalam Bimtek Literasi yang digelar untuk SMP N 3 Mlati, Sleman, Yogyakarta, ia mengawali cerita kepada mahasiswa betapa pentingnya menjaga kodr etik.
“Ketika saya mengawali menjadi jurnalis, senior saya mengatakan harus menjadi orang yang baik dulu. Jurnalistik ibarat senjata yang bisa digunakan bergantung pada orangnya,” paparnya pada Senin (28/11/2022).
Menurutnya tak mengherankan dalam tiap profesi tertentu ada panduan atau kompas yang dinamakan kode etik. Dalam jurnalistik sendiri setiap jurnalis atau wartawan perlu memahami mengenai dasar tersebut.
“Setiap profesional punya kode etik supaya langkahnya benar dan tujuannya benar,” tegas Margantoro.
Tak hanya pada orang yang sudah berprofesi sebagai jurnalis di suatu media saja, Margantoro menyebut bila hal ini bisa dipelajari siswa terlebih bagi mereka terlibat dalam media sekolah.
“Meski masih wartawan sekolah kalian perlu memahami kode etik. Kalian diberikan kepercayaan mengelola buletin online sehingga harus paham dasar yang baik.
Selain materi terkait kode etik dan dasar jurnalistik, tim bDA juga memaparkan materi berupa fotografi dan tipografi desain yang disampaikan oleh Ayusandra Septi.
“Fotografi dan tipografi ini juga merupakan salah satu bagian penting dalam penulisan. Apalagi nantinya kalian akan berkolaborasi dalam buletin online,” ungkapnya.
Dalam hal ini ada cukup banyak poin yang perlu diperhatikan dalam aspek foto jurnalistik. Selain mengedepankan estetika, yang perlu diperhatikan ialah objek dalam foto.
“Yang harus mengkondisikan adalah teman-teman sendiri. Foto tak melulu harus dari depan, tapi juga jangan dibelakang. Bisa memanfaatkan rule of third. Ini bisa digunakan supaya fotonya tidak ‘junjing’ sehingga bagus dilihat,” ungkapnya.
Kepala SMP N 3 Mlati, Dra. Nurhidayati, M.Pd mengatakan bahwa Bimtek Literasi yang digelar oleh bDA ini merupakan kesempatan yang baik. Pasalnya dalam waktu dekat ini, sekolah tersebut bakal membuat salah satu proyek mereka buletin online.
Rencananya, buletin online tersebut bakal dikelola oleh siswa melalui OSIS dan yang terlibat dalam ekstrakurikuler jurnalistik dengan pendampingan guru. Tak mengherankan, kesempatan yang diberikan dalam materi hari ini diharapkan bisa menjadi panduan bagi mereka.
“Kita bermitra dengan bernasnews Digital Academy (bDA) silakan gunakan waktu sebanyak mungkin cari ilmu, bertanya dan meminta bimbingan. Insya Allah ini akan terus berlanjut dalam mengembangkan literasi di sekolah ini,” ungkap Nurhidayati.
Mari kita kembangkan betul literasi di sekolah ini. Harapannya selain bisa menerbitkan buku, kita berharap fokus bisa menerbitkan buletin online nanti kalian yang akan mengolah terutama melalui osis dan ekskul jurnalistik,” pungkasnya.












