bernasnews – Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISIE) Cabang Yogyakarta didukung Kantor Perwakilan BI DIY, FBE UAJY, dan Pokdarwis Panembahan Gumregah menyelenggarakan Pelatihan Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Pokdarwis/ Kawista Kemantren Kraton, Sabtu (26/11/2022).
Kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo Mandira Loka, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Yogyakarta tersebut dihadiri 35 oleh perwakilan pengurus Pokdarwis/ Kawista dari Kelurahan Panembahan, Patehan, dan Kadipaten. Juga dihadiri oleh Asisten Deputi Direktur BI DIY Rifat Pasha, Lurah Panembahan RM. Murti Buntoro, Wakil Ketua ISIE Cabang Yogyakarta Bakti Wibowo, Ketua Pokdarwis Panembahan Grumegah Y. Sri Susilo.
Pelatihan terkait kepariwisataan dan budaya itu terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama membahas tentang Kelembagaan dan SDM Pokdarwis/ Kawista, serta Esplorasi Potensi Wisata, nara sumber Ketua DPD GIPI DIY Bobby Ardyanto Setyo Aji. Sementara sesi kedua diisi sharing, dengan menghadirkan nara sumber Ketua Pokdarwis Rejowinangun Dadik Rakhmanto, dan Ketua Kampung Wisata Giwangan Suwarto.
Dalam sambutannya, Lurah Panembahan RM Murti Buntoro mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh ISIE Cabang Yogyakarta dan Kantor Perwakilan BI DIY, serta berharap dapat me-refresh kembali para pengurus pokdarwis dan kawista di wilayah Kemantren Kraton. Menurut dia, dengan sinergitas untuk memposisikan penggiat-penggiat budaya yang ada.
“Kegiatan ini bisa menjadi greget pokdarwis di Kemantren Kraton untuk mengeksplorasi potensi budaya yang ada untuk tujuan pariwisata. Memang ada perbedaan dalam struktur pemerintahan kelurahan di tingkat kota dengan kabupaten yang mempunyai kewenangan seluas-luasnya untuk pengampu wilayah. Namun kami tetap optimis dalam mengembangkan potensi pariwisata yang ada,” beber RM Murti.
Sementara itu, Asisten Deputi Direktur BI DIY Rifat Pasha dalam arahannya memaparkan, bahwa sektor pariwisata ini bisa dikatakan sangat seksi atau penting dalam kancah perekonomian nasional. Hal ini, bisa dilihat keseriusan pemerintah telah menetapkan kawasan pariwisata secara nasional, termasuk Yogyakarta.
“Sehingga pemerintah memandang kawasan pariwisata di Yogyakarta ini sangat penting untuk mendukung pertumbuhan perekonomian secara nasional. Kalau kita melihat pertumbuan perekonomian Yogyakarta tidak lepas dari aktivitas pariwisata dan pendidikan. Sektor pariwisata dengan sub sektor turunannya secara total memberikan kontribusi sekitar 60 persen,” terang Rifat.
Dikatakan, penting bagi kita semua untuk bisa mengaktifkan kembali sektor pariwisata agar bisa berjalan baik, tumbuh dan yang paling penting memberikan dampat atau multiflyer effect yang besar yang ujungnya memperbiki kualitaf hidup serta kesejahteraan masyarakat. “Pandemi Covid kemarin menjadi pembelajaran kita, bahwa kesehatan menjadi kunci dalam menjaga kelangsungan pariwisata. Mudah-mudahan ini dalam proses endemi, yang akan mendukung pariwisata dan perekonomian,” tandas Rifat Pasha.
Bobby Ardyanto Setyo Aji selaku nara sumber utama dalam pelatihan mengatakan, bahwa apabila membahas penguatan Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia Pokdarwis/ Kawista seharusnya kampung-kampung wisata yang ada di Kelurahan Panembahan ini patut bersyukur. Menurut Bobby, tidak semua kampung wisata dianugerahi daya tarik namun Panembahan punya satu anker daya tarik wisata yaitu keberadaan Kraton Yogyakarta.
“Pariwisata Jogja itu sama halnya Bali, DNA-nya sama yaitu budaya. Kedua, Kraton Jogja menjadi pusat pengembangan tradisi Jawa hingga saat ini dan ini yang menjadi anugerah karena pusat budayanya tidak jauh dari Panembahan,” terang Bobby.
Lanjut dia menjelaskan, ke depannya tahun 2025 DIY menjadi pusat pariwisata berbasis budaya berkelas dunia, berdaya saing, berkelanjutan dan mensejahterakan masyarakat. “Poin penting mensyejahterakan masyarakat, sebagus apa pun desa wisata namun bisakah mensyejahterakan masyarakatnya? Kalau masyarakatnya masih mlarat berarti di situ ada mis manajemen,” ungkap Bobby.
Selain itu, juga dipaparkan tentang beberapa faktor keunikan yang ada, pariwisata yang berkualitas, pariwisata berkelanjut, berapa jumlah belanja wisatawan, pariwisata harus bisa menjadi agen pengentasan kemiskinan, dan sebagainya. Mengawali acara pelatihan, pihak Kantor Perwakilan BI DIY melakukan sosialisasi ‘Cinta Bangga Paham Rupiah’. Secara keseluruhan kegiatan pelatihan tersebut dikemas menarik, setiap peserta yang bertanya mendapatkan doorprise dari penyelenggara dan sponsor. (ted)












