The Alana Hadirkan ‘Kersanan nDalem’, Kuliner Kegemaran Sultan Jogja

Ragam kuliner 'Kersanan nDalem', merupakan makanan kegemaran Sultan Jogja, dihadirkan oleh The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center . (Foto: Istimewa)

bernasnews — Jogja memang istimewa, dari budaya, wisata, dan ragam kuliner. Tidak mengherankan apabila daerah yang terbagi dalam 4 kabupaten dan satu kota ini menjadi magnet tujuan wisatawan untuk menikmati liburan, baik wisatawan Nusantara maupun wisatawan dari manca negara.

Menelisik tentang kuliner tradisional pun tak akan pernah habis, tidak hanya gudeg dan bakpia. Masih banyak ragam kuliner tradisional yang berbasis kearifan local dan hasil dari alkulturasi budaya masyarakatnya yang majemuk.

Selain itu, ada juga kuliner yang mengandung makna dan sejarah bersumber dari Kraton Yogyakarta. Setiap Sultan yang bertahta tentu mempunyai kegemaran dalam hal kuliner, makanan-makanan itu yang oleh para abdi dalem kraton mengenalnya sebagai Kersanan nDalem.

Kersanan merupakan sebuah kata dalam bahasa Jawa, yang mempunyai arti kegemaran. Sedangkan nDalem merupakan kata ganti penyebutan untuk Sultan, sehingga padanan kata Kersanan nDalem secara harfiah dapat diartikan sebagai ‘Kegemaran Sultan’.

Ragam kuliner ‘Kersanan nDalem’ dalam kemasan bentuk mainan tradisional dakon. (Foto: Istimewa)

Kersanan nDalem terdiri dari kumpulan menu masakan kegemaran raja di Keraton Yogyakarta. Kersanan nDalem memiliki nilai filosofi tersendiri bagi kraton maupun masyarakat Yogyakarta,” jelas Merlin P. Manulang selaku General Manager The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, dalam rilis yang dikirim ke bernasnews.

Lanjut Merlin mengatakan, untuk memperkenalkan ragam kuliner yang bersumber dari kraton itu, The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center menghadirkan menu spesial Kersanan nDalem. Menu terdiri dari roti jok sebagai makanan pembuka, gecok ganem (sup), serta delapan jenis makanan utama berupa nasi jagung, urap-urap, urip-urip gulung, tim piyik, dendeng age, peyek teri, keripik belut, dan tidak lupa sambal terasi.

“Tentunya, juga terdapat hidangan penutup yang tidak kalah menarik, seperti prawan kenes. Makanan-makanan ini disajikan dalam satu wadah berbentuk mainan tradisional dakon dengan konsep rijsttafel,” beber Merlin.

Ragam makanan tersebut, jelas Merlin, merupakan makanan kegemaran Sri Sultan Hamengku Buwono VII hingga Sri Sultan Hamengku Buwono X. Seperti tim piyik dan urip-urip gulung hidangan kegemaran Sri Sultan Hamengku Buwono VII; Roti jok, dendeng age, dan prawan kenes hidangan kegemaran Sri Sultan Hamengku Buwono VIII; Gecok ganem hidangan kegemaran Sri Sultan Hamengku Buwono IX; dan urap sebagai hidangan kegemaran Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Kersanan nDalem menjadi menu yang mampu merepresentasikan kuliner dengan nuansa tradisi Yogyakarta, terutama Kraton Yogyakarta. Perpaduan rasa gurih, pedas, dan manis menjadi kombinasi rasa yang memberikan sensasi luar biasa. Harapannya dengan sajian kuliner kegemaran Sultan ini menjadi sebuah alternatif pilihan berkuliner di The Alana Yogyakarta,” pungkas Merlin. (*/ ted)