News  

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Berikut Rekomendasi BPBD DIY untuk Keselamatan

Kepala Pelaksana BPBD DIY Drs. Biwara Yuswantana, MSi (Baju Putih), saat berkoordinasi untuk antisipasi cuaca ekstrim yang dimungkinkan terjadi di DIY. (Foto: Istimewa)

bernasnews – Mencermati prakiraan cuaca di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bisa dikatakan cukup ekstrem dan perlu diwaspadai bersama. Cuaca DIY berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

BMKG dalam situsnya pun memasang Peringatan Dini! Waspadai potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/ petir dan angin kencang di seluruh wilayah D.I Yogyakarta.

Terjadinya hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah DIY, telah menimbulkan dampak kejadian di beberapa titik, antara lain, tanah longsor berakibat satu unit rumah rusak, di Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY pun mengeluarkan rekomendasi sebagai berikut, Peringatan dini dan informasi cuaca menjadi perhatian peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan; Pemangkasan pohon lapuk dan cabang berlebih yang menjadikan ancaman jika terjadi angin kencang.

Jika terjadi hujan deras disertai angin kencang untuk menghindari pohon besar, tiang listrik, baliho, daerah rawan longsor dan Daerah Aliran Sungai (DAS). Juga pemetaan titik-titik berpotensi longsor.

Kepala Pelaksana BPBD DIY Drs. Biwara Yuswantana, MSi kepada bernasnews menyampaikan pesan untuk masyarakat, bahwa Kalurahan Tanggap Bencana (Kaltana) dan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang telah dibentuk agar melakukan konsolidasi potensi yang ada.

“Hal ini, untuk meningkatkan kesiap siagaan, mengidentifikasi kerentanan yang ada guna mengurangi resiko, keselamatan, dan kerusakan,” terang dia, Kamis (17/11/2022).

Lanjut Biwara mengimbau, Ikuti terus informasi prakiraan cuaca di wilayahnya untuk antisipasi dan hindari dampak dari cuaca ekstrem yang mungkin terjadi. Menurutnya, warga masyarakat perlu mengingat kejadian yang pernah menimpa di lingkungannya. Misal, seperti genangan air atau angin kencang agar bisa mengantisipasinya apabila terulang terjadi.

“Juga penting untuk dilakukan yaitu, peralatan-peralatan penanganan dampak cuaca dan alat pelindung serta alat-alat untuk keselamatan agar disiagakan,” tandas Biwara Yuswantana. (ted)