bernasnews – Meskipun diselenggarakan dengan kesederhanaan dan tetap melaksanakan prokes, Perayaan Ekaristi 180 tahun Kongregasi Suster Penyelenggaraan Ilahi (SDP), penuh kihmat serta meriah. Acara dengan tema ‘Daya Karisma Mendorong Kita untuk Memelihara Kehidupan’ tersebut, bertempat di Gereja St. Theresia Bongsari, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (3/11/2022).
Dalam perayaan Ekaristi juga dilaksanakan acara syukur untuk Sr. Benedicta, SDP dan Sr. Helena SDP, yang merayakan 70 tahun hidup membiara, dan Sr. Alfonsa, SDP yang merayakan 60 tahun hidup membiara. Juga acara ritus Sr. Chatarina Yuli Murtini, SDP yang mengikrarkan Kaul Kekal Hidup Bakti. Ia berasal dari Paroki Santa Perawan Maria Regina, Purbowardyan, Surakarta.

Acara dipimpin oleh Romo FX. Sugiyono, Pr dan didampingi oleh Romo Eduardus Didik Chahyono, SJ dari Kevikepan Semarang. Dihadiri oleh suster-suster, perwakilan keluarga besar suster pestawati (yang bersyukur), dan umat paroki setempat.
Dalam homilinya, Romo FX. Sugiyono, Pr menyampaikan pembacaan Surat Rasul Paulus kepada umat. “Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging,” tuturnya.
Dikatakan, bahwa perbuatan daging telah nyata, yaitu percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseturuan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.
“Terhadap semua itu kuperingatkan kamu seperti yang telah kubuat dahulu bahwa barang siapa melakukan hal-hal demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah,” tandas Romo FX. Sugiyono, Pr.
Sementara itu, Sr. Chatarina Yuli Murtini, SDP menyalakan lilin yang ada di altar gereja sebagai simbolisasi bahwa ia meneladani Kristus Sang Terang Dunia. Kemudian dilanjut dengan pembacaan ikrar kaul kekal yang disambut oleh suster-suster Kongregasi Suster Penyelenggara Ilahi (SDP) perwakilan dari penjuru wilayah di Indonesia.
Acara ditutup dengan resepsi syukur dan ramah tamah di halaman Susteran Pondok Harapan Bongsari, yang juga dihadiri oleh pemuka agama dari lintas agama. Kemudian dilanjut dengan acara penaburan benih ikan lokal di Kali Banjar Kanal Barat, Semarang sebagai ungkap syukur atas karunia Tuhan dan untuk menjaga kelestarian alam. (ted)












