News  

Silaturahmi dengan Koordinator Suporter Se-DIY, Ditlantas Polda DIY Siap Wujudkan Jalan Aman dan Nyaman

Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Alfian Nurrizal, S.H., S.I.K., M.Hum kepada salah seorang perwakilan pengurus suporter usaia melakukan ikrar ‘Jogja Bersatu’, Selasa (18/10/2022). Foto: Istimewa.

bernasnews — Insiden di Kanjuruhan Malang, Jawa Timur menjadi refleksi bagi kita untuk bisa memperbaiki sepakbola Indonesia, khususnya di Yogyakarta karena melalui sepakbola dapat mempersatukan bangsa. Demikian disampaikan oleh Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Alfian Nurrizal, S.H., S.I.K., M.Hum dalam acara Silaturahmi dengan Koordinator Suporter Sepakbola Seluruh DIY, Selasa (18/10/2022).

Kegiatan yang diselenggarakan di sebuah resto di Kalasan, Kabupaten Sleman itu mengusung tema ‘Ditlantas Polda DIY Siap Mewujudkan Jalan-Jalan di Jogja Aman dan Nyaman’, selain dihadiri Dirlantas Polda DIY beserta Jajaran Ditlantas Polda DIY. Juga dihadiri Pengurus Suporter PSIM Yogyakarta Burhan Tole didampingi perwakilan suporter dari Brajamusti dan Maiden.

Sementara Pengurus Suporter PSS Sleman Richo didampingi perwakilan Slemania dan BCS, serta Pengurus Suporter Persiba Bantul Jhon Hendrik didampingi perwakilan Paserbumi, CNF dan Trah Kulon Holygans.

Dirlantas Polda DIY beserta Jajaran Ditlantas Polda DIY foto bersama dengan perwakilan pengurus suporter se-DIY. (Foto: Istimewa)

Dalam sambutannya Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Alfian Nurrizal, S.H, S.I.K, M.Hum menjelaskan, bahwa kerjasama antar kepolisian dan suporter dapat menjaga keamanan serta memperbaiki kondisi persepakbolaan di tanah air. “Insiden di Kanjuruhan Malang menjadi refleksi bagi kita untuk bisa memperbaiki sepak bola Indonesia,” tegas dia.

Kegiatan silaturahmi tersebut digelar dalam rangka berdiskusi guna menjaga keamanan dan kenyamanan baik untuk suporter maupun masyarakat. Dalam kesempatan tersebut para perwakilan suporter juga turut melakukan ikrar ‘Jogja Bersatu’, dengan ditandai pemberian syal oleh Dirlantas Polda DIY kepada perwakilan suporter sebagai tanda bersatunya suporter di Yogyakarta. (nun/ ted)