bernasnews — Hari Pangan Sedunia atau World Food Day yang diperingati setiap tanggal pada16 Oktober oleh seluruh umat di dunia. Juga dirayakan oleh umat paroki Tyas Dalem Gusti Yesus (TDGY) Macanan, Semarang, dengan misa syukur yang dipimpin oleh Romo Lambertus Issri Purnomo Murtyanto, Pr, di gereja setempat, Minggu (16/10/2022).
Dalam homilinya ada 3 ajakan yang disampaikan Romo Issri yaitu, mengajak umat untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian terhadap permasalahan pangan, gerakan menanam, dan gerakan Jetu. Lebih lanjut Romo Issri menyampaiakan agar umat terlibat langsung dalam mengatasi permasalahan pangan yang terjadi di sekitar kita. Karena masih banyak saudara sekitar kita yang sangat membutuhkan bantuan, bahkan banyak umat manusia di dunia ini yang terancam kekuarangan pangan.
“Kita hendaknya selalu memperhatikan sampah makanan, dengan makan secukupnya, membeli makan secukupnya. Jangan sampai membuang sisa makanan baik saat makan maupun makanan yang disimpan di kulkas,” tutur Romo Issri.
Perayaan Hari Pangan Sedunia tahun ini di Paroki Tyas Dalem Gusti Yesus Macanan terasa istimewa pasalnya adanya ajakan agar umat dalam keluarga untuk semakin mencintai segala macam pangan, buah serta sayur lokal dan gerakan Jetu, yaitu Jemuah tanpa upo (Jumat tanpa nasi).
Umat diajak untuk terlibat dalam menjaga ketahanan pangan, memenuhi kebutuhan pangan sendiri dengan memanfaatkan lahan yang dipunyai dengan menanam. “Gerakan Jetu bukan mengajak umat berpuasa, tetapi sehari kita tidak makan nasi pada hari Jumat, mengganti makanan pokok kita dengan jagung, umbi – umbian, buah – buahan, atau sayuran,” terang Romo Issri.
Romo Issri juga menyampaikan, bahwa peringatan HPS tahun 2022 yang dipusatkan di Makasar sebagai momentum untuk mengembalikan lagi sagu sebagai makanan pokok. “Sebab saat ini hampir seluruh warga Indonesia menjadikan nasi sebagai makanan pokok,” tandasnya.
Romo Issri mengahkiri homili dengan berdoa agar semakin banyak orang yang peduli terlibat menjaga keseimbangan alam, tergerak untuk menanam berbagai makanan alternatif untuk menjaga ketahanan pangan. (Yohanes Sudarna, umat Paroki Tyas Dalem Gusti Yesus, tinggal di Semarang)












