News  

HIPMI Targetkan Cetak 1.000 Pengusaha Untuk Perkuat Ekonomi Nasional

HIPMI
HIPMI

bernasnews – Indonesia akan segera menghadapi puncak bonus demografi pada tahun 2030 yang akan datang, dimana jumlah penduduk produktif akan mencapai jumlah tertinggi. 

Tentu bonus demografi ini menjadi tantangan, sekaligus kesempatan besar bagi Indonesia apabila mampu memanfaatkan peluang ini dengan baik.

Salah satu cara untuk menghadapi bonus demografi ini adalah memperbanyak pengusaha.

Sekjen Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Bagas Adhadirgha mengatakan persaingan dalam menghadapi era bonus demografi membutuhkan banyak terobosan serta kreatifitas untuk membantu pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja.

“Bonus demografi apabila tidak ditangani secara serius dengan cara jumlah pengusaha harus diatas 10% ini bisa menjadi bencana demografi. Oleh karena itu, HIPMI sebagai organisasi inkubator pengusaha nasional, memperoleh tugas utama adalah mencetak sebanyak-banyaknya pengusaha baru di Indonesia.” kata BPP HIPMI, Bagas Adhadirgha, Senin (17/10/2022).

Sebanyak 1000 pengusaha akan ditargetkan oleh HIPMI dalam kurun waktu tiga tahun kedepan.

Bagas mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaruh perhatian yang sangat tinggi terhadap HIPMI, karena HIPMI adalah salah satu inkubator pengusaha nasional yang menjadi wadah dari banyaknya pengusaha muda di Indonesia.

“Kalau organisasi menciptakan pengusaha tidak disupport, jadi kedepan masa depan ekonomi Indonesia bisa suram,” ujarnya.

Keberhasilan pertumbuhan ekonomi yang didorong melalui pengusaha muda ini juga menjadi salah satu kunci sukses dalam memanfaatkan bonus demografi.

Bagas menyakini apabila peluang bonus demografi mampu dimanfaatkan secara baik dengan berbagai persiapan sejak sekarang, Indonesia tidak akan mengalami resesi seperti yang tengah diprediksikan.

Justru, Indonesia harus menjadi harapan bagi negara negara yang terdampak resesi.

“Saat negara negara minus pertumbuhan ekonomi nya, Indonesia (pertumbuhan ekonomi) positif 5%. Jadi bisa dibilang wadahnya walaupun dunia gelap, Indonesia tetap akan menjadi penerang bagi negara negara lainnya.” imbuhnya.

Lebih lanjut, Bagas mengajak agar pengusaha muda yang bermula dari UMKM untuk dapat ikut bergabung dalam organisasi HIPMI ini.

Adapun cara bergabung di HIPMI dapat diakses dengan mudah yakni melalui aplikasi HIPMInet.

Bagas menuturkan segala aspirasi dari berbagai pengusaha muda, akan ditampung dan disalurkan kepada Pemerintah untuk didukung pengembangannya.

“Saya rasa dengan menggunakan teknologi, karena kunci Indonesia kedepan adalah hilirisasi, digitalisasi dan ekonomi hijau.” tandasnya. (Wulan Intandari)