News  

DR. Jodi Visnu: Terus Mencintai Sesama dan Nilai Kemanusiaan

DR. Jodi Christian Indra Visnu, MPH bersama ibundanya Ny Intan, serta dr. Asdi Yudiono dan Yovita Setyaningsih Asdi. (Foto : Klinik Intan Yogyakarta)

bernasnews – Doktor Jodi Christian Indra Visnu, M.P.H. mengucapkan syukur atas keberhasilannya lulus dalam sidang terbuka promosi doktor Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK KMK UGM) Yogyakarta, Senin (26/9/2022). Dia lulus dengan predikat cumlaude, dan merupakan doktor ke-5586 di UGM. Bertindak selaku promotor adalah Prof. dr. Laksono Trimantoro, M.Sc., Ph.D. dan Kopromotor Prof. Dr. Paschalis Maria Laksono, M.A.

 “Ya saya akan tetap berkarya di bidang kedokteran dan kesehatan dengan terus mencintai sesama insan dan nilai-nilai kemanusiaan,” kata Public Health Consultant and Health Educator Rumah Sakit Panti Rapih (RSPR) dan Kepala Departemen Estetika Klinik Intan Yogyakarta ini kepada bernasnews di Yogyakarta, Selasa (27/9).

Judul disertai pria kelahiran Cilacap 22 Desember 1986 ini adalah Peranan Filantropi dalam Karya Karitatif Rumah Sakit Non-Profit Keagamaan untuk Mendukung Keberlangsungan Jaminan Kesehatan Nasional – Studi Kasus Eksplanatori di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta.

Menurut dia, nilai filantropi tidak pernah hilang dalam pelayanan RSPR sebagai rumah sakit non-proit keagamaan, akan tetapi bertahan dalam semangat pelayanan dengan didukung oleh stabilitas keuangan dengan mempertahankan good governance.

DR. Jodi  Christian Indra Visnu, M.P.H. lulus sidang terbuka promosi doktor FK KMK UGM Yogyakarta,  Senin (26/9/2022). (Foto : Istimewa).

Penurunan jumlah biarawati CB berkebangsaan Belanda pada perjalanan RSPR telah berpengaruh terhadap penerimaan donasi filantropi dari berbagai pihak. Namun peran RSPR yang sedari awal menjadi penerima donasi filantropi atau beneficiary, kini sejatinya bertransformasi menjadi pemberi donasi atau benefactor layanan kesehatan kepada mereka yang kurang mampu.

Rumah sakit non-profit berbasis keagamaan dapat bertahan dalam perkembangan zaman dengan cara memelihara rantai donasi. Hubungan baik dengan donatur yang terus dibina, menjadikan RSPR tetap teguh memberikan pelayanan hingga lebih dari 92 tahun tanpa memandang latar belakang ekonomi pasien.

“Pada hakikatnya, rumah sakit non-profit keagamaan adalah tempat layanan kesehatan berlandaskan hubungan cinta dan kasih sayang terhadap sesama, yang sewajarnya mendapatkan berbagai dukungan filantropi. Di satu sisi, rumah sakit membutuhkan dukungan tersebut, di sisi lain akan selalu ditemukan kebaikan hati umat untuk memberikan sumbangan,” kata Jodi Visnu yang pernah berkarya sebagai dokter pelaksana BP/RS Santa Odilia, Keuskupan Agats – Asmat Papua ini.

Menurut dia, berbagai pemasukan salah satunya melalui donasi filantropi dapat bermanfaat untuk memaksimalkan kemampuan rumah sakit dalam membantu pasien kurang mampu, maka pola pikir social entrepreneurship selayaknya diterapkan pada rumah sakit misioner.

Penanggungajwab Klinik Intan Yogyakarta dr. Asdi Yudiono menyampaikan selamat kepada DR. Jodi Visnu, M.P.H yang telah berkarya di Klinik Intan sejak tahun 2014 sampai sekarang. “Semoga departemen estetika yang dia pimpin semakin berkembang,” kata dia.   (mar)