News  

Bahasa dan Sastra Jadi Warisan Budaya yang Harus Dilestarikan

Lomba bahasa dan sastra. Foto: Istimewa

bernasnews.com – Dalam rangka melestarikan dan mendekatkan tradisi sastra kepada generasi muda, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta menggelar kompetisi Bahasa dan Sastra tahun 2022 di Taman Pintar pada Senin, (22/8/2022).

Kompetisi Bahasa dan Sastra ini menjadi ajang pesta tahunan bagi pelaku sastra anak, remaja maupun dewasa di Kota Yogyakarta.

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayaan) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti mengatakan bahwa bahasa dan sastra harus tetap dilestarikan. Karena keduanya juga merupakan bagian dari kebudayaan.

”Sebagai sebuah warisan budaya bangsa yang bernilai luhur eksistensi bahasa, sastra dan aksara Jawa harus dilestarikan. Mengingat Bahasa merupakan salah satu objek yang difokuskan dalam pemajuan kebudayaan sesuai tertuang dalam UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,” ujarnya.

Kompetisi Bahasa dan Sastra 2022 ini diikuti oleh siswa SD, SMP hingga SMA/K dan juga masyarakat umum. Total jumlah peserta ada 545 orang.

Selain itu juga, melibatkan 54 orang juri yang terdiri dari sastrawan, budayawan, praktisi, pendidik dan unsur media massa.

Untuk kategori lomba tersebut, meliputi lomba macapat tingkat SD, SMP dan SMA/K; lomba maca cerkak tingkat SD, SMP dan SMA/K; lomba alih aksara tingkat SD, SMP dan SMA/K; lomba maca geguritan tingkat SD, SMP dan SMA/K; lomba Sesorah tingkat SMP dan SMA/K; serta lomba pranata adicara tingkat SMA/K dan umum serta mendongeng tingkat umum.

Kemudian, seluruh pemenang juga mendapatkan tropi dan piagam penghargaan. Serta diberikan hadiah berupa uang tunai. Juara pertama sebesar 1 juta rupiah, juara kedua 900 ribu rupiah, juara ketiga 800 ribu rupiah, juara harapan pertama 700 ribu rupiah dan juara harapan kedua 600 ribu rupiah.