BERNASNEWS.COM – Kementerian PUPR melakukan revitalisasi atau normalisasi Sungai Sekanak Lambidaro di Palembang, Sumatera Selatan. Revitalisasi tahap 1 dilakukan sepanjang 800 meter dari 11 km sesuai perencanaan. Dengan revitalisasi atau normalisasi tersebut, diharapkan dapat menjadikan Sungai Sekanak Lambidaro sebagai destinasi wisata baru di Palembang.
Selain melakukan revitalisasi, Kementerian PUPR juga memperbaiki sempadan sungai dengan membangun jalur pedestrian. “Sebagai ikon baru kota Palembang, Sungai Sekanak Lambidaro diharapkan memberikan efek positif, baik untuk bidang kebudayaan, pariwisata, UMKM, perekonomian dan lain-lain,” kata Kementerian PUPR dikutip Bernasnews.com di akun instagram Kemen PUPR.
Menurut Kemen PUPR, revitalisasi atau normalisasi Sungai Sekanak Lambidaro di Palembang, Sumatera Selatan juga untuk mengembalikan fungsi sungai sebagai pengendali banjir. Selain melakukan revitalisasi, Kementerian PUPR juga memperbaiki sempadan sungai dengan membangun jalur pedestrian, yang diharapkan dapat menjadikan Sungai Sekanak Lambidaro sebagai destinasi wisata baru di Palembang.
https://www.instagram.com/kemenpupr/
“Klo udah dibangun dengan seindah mungkin harap dijaga dirawat, jgn bnyak sampahnya…Jujur aja kurangnya kita yah menjaga dan merawatnya,” komentar Aryo Ardiansyah di akun @aryo_ardiansyah99.
Sementara Winata T di akun w.tanurah memuji apa yang dilakukan Kementerian PUPR di bawah pimpinan Menteri Basuki Hadimuljono. “Keren Pak Bas, terima kasih buat karya karya nya , yang pasti rakyat nya senang dan Hidup makan layak dan bahagia,” puji Winata T di kolom komentar.
Sementara Suryana Kurniawan di akun @cecep_drogba menyarankan bahwa kalau bisa yang menghalangi sungai seperti jalan yang ada jembatannya diubah agak ditinggikan agar perahu atau sejenisnya bisa lewat dengan nyaman.
Sedangkan Didiet Senaring di akun @didiet_senaring mengatakan bahwa sungai ini merupakan tempat pembuangan limbah rumah tangga,baik MCK, sampah dan lain-lain. Karena itu, perlu dipikirkan juga kalau musim kemarau tiba, debit airnya akan surut. Sebab di bagian hulu sungai mata air tidak ada lagi. Selain itu perlu dipikirkan juga, bagaimana mengolah limbah MCK rumah tangga yang lansung dibuang ke sungai tersebut.
“Sungai ini tempat pembuangan limbah rumah tangga.. Baik itu MCK, sampah dll.. jd dipikirkan juga kalau musim kemarau tiba, debit airnya akan surut.. krn dibagian hulu sungai mata air tidak ada lagi., dan dipikirkan juga, bagaimana mengolah limbah MCK rumah tangga yg lansung dibuang ke sungai tsb..,” kata Didiet Senaring di kolom komentar.
https://www.instagram.com/didiet_senaring/
“Tks p Menteri PUPR dan jajaran yg telah membantu membangun Kota Palembang. Semoga Palembang semakin maju untuk Indonesia terdepan dan unggul,” tulis Aris Munandar di akun @arismunandar_pl. (lip











