BERNASNEWS.COM — Kampus ASMI Santa Maria Yogyakarta terus berbenah untuk memberikan fasilitas terbaik kepada mahasiswanya dalam pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, yang dimulai sejak tanggal 25 Oktober 2021 lalu.
Pembenahan tidak hanya dilakukan dalam bidang pengadaan fasilitas kesehatan seperti penyediaan hand sanitaizer di setiap sudut kampus maupun wastafel untuk cuci tangan. Pihak kampus juga berusaha mempersiapkan sarana prasarana, khususnya gedung perkuliahan yang nyaman agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Saat ini upaya pembenahan tengah difokuskan pada perbaikan salah satu ruang perkuliahan yang terletak di kompleks auditorium. Setelah hampir 2 tahun tidak digunakan ruangan tersebut mengalami keramik popping (keramik meledak).
Menurut Sr M. Alfonsine, OSF selaku Ketua Yayasan Marsudirini Yogyakarta, kerusakan tersebut diakibatkan cuaca ekstrem yang terjadi selama tahun 2020 hingga 2021. “Selain akibat cuaca ekstrem juga adanya penyusutan beton yang merupakan dasar bangunan auditorium,” ungkap Sr M. Alfonsine, OSF, ditemui saat melakukan pengawasan pekerjaan renovasi, Jumat (26/11/2021).
Sementara proses perbaikan ruang perkuliahan seluas 80m2 tersebut, ditangani oleh Pak Sami, yang merupakan karyawan Unit Pertukangan di Kampus ASMI Santar Maria Yogyakarta. (Sr M. Editha, OSF, Biarawati Kongregasi OSF Semarang)











