BERNASNEWS.COM — Mengawali kegiatan Tahun Baru 2021, Dinas Pariwisata DIY terus melakukan monitoring di sejumlah destinasi wisata, Jumat (1/1/2021), mulai pukul 09:00 WIB, dan difokuskan pada destinasi yang berada di wilayah Kabupaten Sleman. Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo, SH, MEd melalui rilis yang dikirim ke Bernasnews.com, Sabtu (2/1/2021).
“Grojogan Watu Purbo yang terletak di Dukuh Bangunrejo, Desa Merdikorejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman. Menjadi lokasi pertama yang dimonitoring Tim dari Bidang Destinasi,” terang Singgih Raharjo.

Menurut Singgih Raharjo, pada liburan tahun baru di Grojogan Watu Purbo yang sedang viral akhir-akhir ini relative banyak pengunjungnya terutama pesepeda. Di lokasi telah terdapat fasilitas cuci tangan yang memadai. “Sudah ada petugas yang melakukan checking suhu tubuh pengunjung pada pintu masuk, serta sudah mulai respon apabila ada tamu yg tidak melakukan prokes,” ungkapnya.
Namun demikian, lanjut Singgih Raharjo, masih ditemukan
beberapa permasalahan yang perlu
menjadikan perhatian bersama, diantaranya, belum maksimalnya manajeman kebencanaan bila terjadi banjir
mengingat lokasi ada di Kawasan
Rawan Bencana (KRB) 3. “Misalnya,
belum adanya alarm atau pengeras
suara untuk peringatan dini. Destinasi ini juga belum diterapkannya
reservasi online melalui visiting Jogja,” tegas Singgih.

Pada kesempatan tersebut, Tim Bidang Distinasi juga sempat bertemu dan berdiskusi dengan Sarjono selaku dukuh setempat didampingi oleh Maryono sebagi operator pengelola. Grojogan Watu Purbo buka setiap hari pukul 06:00 -18:00 WIB dan tidak dikenakan tiket masuk (sukarela), hanya biaya parkir kendaraan.
Sementara, lokasi kedua yang dikunjungi adalah Tlogo Putri Kaliurang yang terletak di Desa Hargobinangun, Pakem, Sleman. Di lokasi ini meski status Gunung Merapi masih kondisi siaga, ternyata wisatawan masih ada yang berkunjung walau tidak seramai hari libur sebelumnya.
Sarana untuk mendukung pelaksanaan protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan telah disediakan, imbuh Singgih, namun beberapa petugas atau operator belum menerapkan prokes sepenuhnya sehingga penerapan prokes terkesan longgar dan bebas.
“Warung-warung
makan masih buka
seperti biasa dan penyedia jasa
tur lava Merapi oleh American
Willys Jeep masih terlihat banyak yang standby maupun beroperasi,” papar orang nomor satu di
Dinas Pariwisata DIY itu.

Lokasi terakhir yang dimonitoring oleh Tim Dinpar DIY adalah Blue Lagoon Jogja tepatnya terletak di area Sawah, Widodomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman. Pengunjung relative stabil walau di hari libur pertama tahun 2021, rata-rata 200 pengunjung setiap hari.
Petugas yang ada di Blue Lagoon juga telah menerapkan prokes dengan baik. “Dengan berbagai cerita yang ada di lokasi ini, maka akan menarik jika dibuatkan story telling di visiting Jogja,” tutup Singgih Raharjo selaku Kepala Dinas Pariwisata DIY. (ted)











