BERNASNEWS.COM — Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menyelenggarakan webinar bedah buku yang berjudul “Pandemi Covid-19: Sumbangan Pemikiran Tentang Virus hingga Kebijakan Strategis”, melalui Zoom, Sabtu (19/9/2020).
Buku tersebut merupakan kumpulan tulisan dan hasil riset dari sejumlah dosen UAJY. Di samping itu ada tulisan dari anggota Dewan Penyantun dan rohaniwan. Sebagai pembahas bedah buku tersebut adalah Suyoto, Guru Besar FTI UAJY dan Kepala LPPM UAJY, Hilman Tisnawan Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY dan Primaswolo Sudjono Jurnalis/Wartawan. Sebagai moderator Desideria Cempaka WM Dosen Fisipol UAJY. Dalam webinar tersebut dihadir oleh penulis buku, dosen dan mahasiswa UAJY serta dari media massa.

“Buku kumpulan tulisan dan hasil riset diterbitkan sebagai kontribusi UAJY terhadap pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya yang sedang bekerja keras menanggulangi Pandemi Covid-19”, jelas Suyoto.
Untuk edisi pertama buku dibuat dalam e-book (soft copy) dan cetak (hard copy) yang jumlahnya masih terbatas. Selanjutnya Suyoto menjelaskan, buku ini merupakan buku Seri 1 Kebencanaaan dan akan dilanjutkan dengan penerbitan seri selanjutnya.
“Saya
mengapresiasi atas terbitnya buku ini dan isinya cukup informatif serta
komprehensif,” ungkap Hilman Tisnawan.
Menurut
Hilman, buku ini akan lebih lengkap jika disertai dengan pengantar dan penutup
yang dapat menjelaskan benang merah isi kumpulan tulisan dan hasil riset yang
disajikan dalam buku. Untuk seri selanjutnya Hilman memberikan saran dilibatkannya
penulis yang mewakili pelaku ekonomi yang terdampak, orang yang terinfeksi
positif virus namun kemudian sembuh kembali, dokter yang terlibat menangani
pasien Covid-19, jurnalis/wartawan dan sebagainya.
Sementara Primaswolo Sudjono mengatakan, bahwa buku ini dapat menjadi salah satu referensi bagi masyarakat yang ingin mendapat informasi Pandemi Covid-19. Menurutnya, dalam kondisi pandemi ini masyarakat harus memperoleh berbagai informasi yang jelas dan valid. Media massa harus berkontribusi dalam menyampaikan informasi tersebut. Di sisi lain pemerintah (pusat, provinsi dan kabupaten/kota) harus memberikan informasi yang benar-benar terkonfirmasi.
“Harus
diakui, sampai saat ini masih terjadi informasi yang berubah-ubah antar pejabat
serta lembaga pemerintah. Komunikasi yang terkait dengan informasi dan data
antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah (provinsi, kabupaten/kota)
juga belum optimal,” ujar Primaswolo.
Salah satu kontributor tulisan dalam buku, Y. Sri Susilo Dosen FBE UAJY menyatakan, mendukung langkah LLPM UAJY untuk menerbitkan buku seri yang kedua. “Saya setuju usulan untuk buku seri mendatang melibatkan pihak dari luar UAJY yang mewakili siapa saja yang terdampak Pandemi Covid-19,” tegas Susilo dalam rilisnya yang dikirim ke Bernasnews.com, Minggu (20/9/2020).
Selanjutnya Susilo berharap buku seri ke-2 dapat terbit di akhir tahun 2020. Dengan harapan kontribusi UAJY terhadap pemerintah dan pemangku kepentingan lain semakin nyata baik dari aspek kuantitas dan kualitas. (ted)











