BERNASNEWS.COM — Bimas Hindu Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan pembinaan bagi guru Pasaraman se Kabupaten Klaten, Sabtu (12/9/2020), di gedung Pasraman Wisnu Sakti, Pura Wisnu Sakti, Tambakan, Jogonalan, Klaten, Jawa Tengah.
Ketua Panitia Sruwiyanta, S Ag melalui rilis yang dikirim, menjelaskan, bahwa dalam kegiatan pembinaan ini diikuti oleh 40 peserta dari perwakilan guru pasraman (sekolah dalam agama hindu). Menghadirkan nara sumber, Drs. I Dewa Made Artayasa selaku Pembimas Hindu Jawa Tengah, Jaka Suyitna, S Ag, dan Suyamto, S Ag.

“Kegiatan pembinaan guru dilakukan di Klaten karena Kabupaten Klaten merupakan salah satu basis umat Hindu yang lumayan besar di Jawa Tengah,” ungkap Sruwiyanta.
Acara tersebut dibuka resmi dan sekaligus menyampaikan sambutan berupa pesan serta harapan dalam pelaksanaan pembinaan oleh Ketua PHDI Ir. IGG. Hendatra Wisnu, MMR dan Drs. I Dewa Made Artayasa selaku Pembimas Hindu Kapupaten Klaten, serta pembacaan doa pembukaan oleh Tri Wahono, M PdH.
Materi pembinaan yang disampaikan oleh para nara sumber
antara, Drs. I Dewa Made Artayasa selaku Pembimas Hindu Jawa Tengah menjelaskan
tentang Pasraman yang majeng di musim
pandemi. Majeng dari akronim,
moderat, akuntable, jernih, ngayomi.
“Diharapkan Pasraman dapat menjadi lembaga yang dapat mengayomi generasi muda Hindu, serta bertanggung jawab atas siswa didiknya untuk dapat bertingkah laku dengan baik dan dapat mengambil peran untuk kemajuan bangsa Indonesia,” pesan I Dewa Made Artayasa.
Sementara Jaka Suyitna dengan materi membekali diri melawan virus corona, Suyamto dengan materi mekanisme pembelajaran pasraman masa pandemi Covid-19. Pasaraman berasal dari kata asram, yaitu lembaga sebagai tempat proses belajar mengajar mengenai nilai-niai keagamaan Hindu. (ted)











