BERNASNEWS.COM — Bakso merupakan kuliner yang banyak penggemarnya, dari usia anak-anak kekinian hingga usia tua yang kekunoan, baik warga biasa sampai warga papan atas dan berpangkat. Sehingga tidak mengherankan apabila kuliner bakso ini ada di mana-mana, dari hotel bintang lima hingga warung kaki lima.
Meskipun demikian, namun soal cita rasa dan selera dalam menikmati kuliner bakso setiap orang tidaklah sama, terutama bulatan daging baksonya untuk warga Gunungkidul, DIY lebih suka bakso otot daripada bakso halus atau bakso berbahan daging tampa otot dan lemak. Seperti yang dipaparkan Setiyono Hendro Wibowo, pemilik Warung Bakso Mas Brow, Wonosari, Gunungkidul, kepada Bernasnews.com, Minggu (29/8/2020).

“Yang membedakan bakso biasa (bakso halus) dengan bakso otot, adalah bahan daging dalam proses pembuatannya, bakso otot dibuat dari daging sapi dan daging bagian otot, serta gajih. Apabila dikunyah terasa lebih liat, teksturnya lebih kasar,” jelas Bowo, panggilan akrab Setiyono Hendro Wibowo.
Menurut Bowo, kunci enaknya sajian bakso adalah pada pilihan
bahan daging sapi yang super atau tampa lemak. Kemudian dalam perbandingan
bahan pathioka, serta dalam pemberian bumbu. “Proses pengolahan daging yang
telah digiling, pemberian bumbu dan pembuatan mie dilakukan sendiri. Semuanya
tanpa mempergunakan MSG atau moto,” ujarnya.
Lanjut alumnus sekolah perhotelan di Kota Yogyakarta ini
menambahkan, bahwa untuk bahan daging pembuatan bakso ia kini mengikuti selera
konsumen. “Ternyata orang di sini (Wonosari) lebih suka bakso otot daripada
bakso biasa. Awal tahunbuka warung, saya selalu sediakan dua jenis bakso, bakso
halus dan bakso otot, ternyata paling laris permintaan jenis bakso otot,”
ungkap Bowo, yang telah menggeluti bisnis bakso lebih dari 7 tahun itu.
Warung bakso dengan brandname Mas Brow berhias kepala sapi, lokasi tepatnya di depan SPBU Siyono, Wonosari ini, selain menyajikan kuliner bakso, juga ada mie ayam, soto ayam, ayam goreng dan ayam geprek. “Untuk kuah antara bakso, mie ayam dan soto kami buat sendiri-sendiri, dengan tempat dan tungku (kompor) berbeda. Ini salah satu cara untuk menjaga cita rasa warung kami, selain bumbu yang jadi rahasia tentunya,” tegas Bowo, owner Bakso Mas Brow. (ted)











