BERNASNEWS.COM — Hampir semua badan
usaha atau perorangan terdampak oleh pandemic Covid-19. Semua pelaku usaha
mikro kecil dan menengah (UMKM) terpukul akibat penyebaran virus Corona
(COVID-19) ini. Sehingga di tengah pandemi ini para pelaku usaha harus
melakukan berbagai strategi agar bisnisnya tetap berjalan. Demikian, Wiwied A. Widyastuti
selaku Marcom Manager The Alana Hotel & Convention Center Yogyakarta dalam
rilis yang dikirim ke Bernasnews.com
beberapa waktu lalu.
“Begitu juga dengan sektor perhotelan dan pariwisata yang berdampak cukup berat, juga harus membuat strategi promosi agar bisnis tetap berjalan. Seperti yang dilakukan oleh The Alana Hotel & Convention Center Yogyakarta melakukan berbagai macam kegiatan branding dan strategi promosi dari yang biasa sampai extraordinary,” ungkap Wiwied.
Salah satunya yaitu mengajak untuk bergabung menjadi reseller untuk meningkatkan penjualan makanan dan minuman, lanjut Wiwied, hal ini juga untuk membantu masyarakat yang terkena dampak pandemi ini untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
“Program ini dilakukan karena melihat banyak karyawan perusahaan yang di PHK atau dirumahkan. Kemudian kami tergerak untuk membuat strategi reseller,” ujar Wiwied.
Menurut Wiwied, tujuannya mengajak mereka yang terdampak untuk
kembali bersemangat untuk berbisnis tanpa modal, hanya niat dan kemauan untuk
mendapatkan income atau penghasilan tanpa batas.
Program Reseller ini diluncurkan pada hari, Jumat (7/8/2020), dengan mengundang reseller untuk mendapatkan pelatihan mengenai harga, penjualan produk dan mencicipi produk produk yang akan dijual. Antusias sangat tinggi dengan banyak reseller yang datang untuk bergabung.
Syaiful Manan selaku General Manager The Alana Hotel & Convention Center Yogyakarta berkesempatan menyampaikan motivasi kepada seluruh reseller yang hadir, bahwa ada pasar di luar sana yang masih bisa untuk digarap dan menghasilkan penghasilan tambahan.
“Hotel akan menyediakan berbagai macam menu menu kuliner yang
dapat dijual oleh reseller ke
pelanggannya. Dan reseller juga dapat
membuat nama sendiri dari bisnisnya dan tidak perlu memakai logo dan nama hotel,”
terang Syaiful Manan.
Mereka bisa menciptakan usaha sendiri dan bisnis sendiri, Syaiful menambahkan, keuntungan bergabung menjadi reseller dengan bermodal niat dan kemauan. “Bisa memiliki bisnis resto atau kuliner sendiri tanpa modal, penghasilan tanpa batas, pengalaman belajar mandiri, training gratis dan reward . Pengalaman kemandirian berwirausaha diciptakan melalui program ini,” tegas Syaiful Manan.
Diharapkan dengan strategi ini dapat membantu dari segi kemanusiaan dengan memberikan peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan disaat kondisi susah seperti ini. “Pandemi ini juga mengajarkan saling bergotong royong bantu membantu agar tetap bertahan hidup di tengah kondisi ini,” pungkasnya. (nun/ ted)











