BERNASNEWS.COM —
Sektor pariwisata merupakan salah satu penggerak perkonomian di Daerah Istimewa
Yogyakarta (DIY), sehingga dalam masa pandemi Covid-19 ini sektor pariwisata
mendapat perhatian yang sangat tinggi. Terlebih di masa New Normal atau disebut “Pranatan
Anyar Plesiran Jogja” sangat ditekankan kesiapan dari semua industri pariwisata,
destinasi, termasuk kesiapan desa wisata.

Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas Dinas Pariwisata DIY Wardoyo, SSn, MM kepada Bernasnews.com, Rabu (22/7/2020), menerangkan, oleh sebab itu Dinas Pariwisata DIY bekerja sama dengan BPBD DIY dan BPBD Kabupaten menyiapakan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam penanganan permaslahan khususnya penanggulangan bencana di desa-desa wisata di DIY.
“Sebagai uji coba pertama adalah Desa Wisata Jatimulyo,
Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Semula sebagai Desa Wisata
Berkembang dan pada tahun 2019 telah menjadi Desa Wisata Maju. Dan meraih Juara
Harapan 2 pada Lomba Desa dan Kampung Wisata Tingkat Provinsi,” jelas Wardoyo.

Pada saat ini dilakukan persiapan Standar Operasional
Prosedur (SOP) dalam penanganan bencana alam dan SOP protokol kesehatan yang
harus dilakukan dan diterapkan di desa wisata tersebut, lanjut Wardoyo,
dikarenakan Desa Wisata Jatimulyo memiliki beberapa potensi wisata alam. “Antara
lain, Sungai Mudal, Air Terjun Kembang Soka, Gua Kiskendo. Sehingga perlu
mendapat penanganan terkait kesiapan SDM-nya,” papar Wardoyo.

Dalam hal ini Dinas Pariwisata DIY berama BPBD Kabupaten Kulon Progo telah menyepakati untuk melakukan pembentukan kelembagaan dalam pengeloaan Desa Wisata Jatimulyo sehingga lebih memberikan efek ekonomi kepada masyarakat. “Juga melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kesiapan dan penanganan terhadap bencana. Dan menyiapan sarana prasarana penerapan SOP Protokol Kesehatan Desa Wisata,” tutup Wardoyo. (ted)











