BERNASNEWS.COM —
Dalam rangka menyikapi masa pandemi Covid-19 sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan
Gubernur (Pergub) DIY, Nomor 48 Tahun 2020, yang dijabarkan dalam bentuk Sistem
Prosedur Operasional (SOP) protokol kesehatan di semua industri sektor
pariwisata, bahwa insan pariwisata harus menerapkan adaptasi kebiasaan baru di
sektor pariwisata atau juga disebut sebagai “Pranatan
Anyar Plesiran Jogja”.

“Pranatan Anyar Plesiran Jogja yang dimaksud adalah insan pariwisata harus CHS yaitu, Clean, Helth dan Safe. Juga menerapkan protocol kesehatan dengan ketat meliputi, selalu pakai masker, cuci tangan di air mengalir dan menggunakan sabun atau gunakan handsanitizer, serta jaga jarak (social distancing),” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Dinas Pariwisata DIY Marlina Handayani, SPd, MM, Selasa (21/7/2020).
Menurut Marlina, sebagai insan pariwisata tetap harus memberikan pelayanan prima kepada wisatawan sebagaimana dalam Sapta Pesona, berupa tujuh unsur yaitu, aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah dan kenangan. Oleh karena itu perlu dilakukan langkah, sikap dan salam sebagai pelaku pariwisata DIY dalam menyambut wisatawan.

“Tetap dengan sikap ramah, sopan, dan tetap menerapkan protokol kesehatan yaitu social distancing atau jaga jarak. Namun tetap menonjolkan budaya atau sikap yang sudah menjadi kebiasaan masyarakat DIY dalam menerima tamu atau orang lain,” tegas Marlina.
Sikap salam sapa dengan cara seperti sikap menyembah, lanjut Marlina yaitu, menyetara telapak tangan menyatu di depan hidung, dalam mempersilakan tamu wisatawandengan tetap senyum mengembang. “Sehingga meskipun mengenakan masker masih tetap tampak dari sorot mata bahwa kita tersenyum. Pada saat itu juga kita menyapa dengan bahasa Jawa. Misal, sugeng enjing, sugeng siang , sugeng ndalu, dan sumonggo (silahkan),” imbuhnya.
Gerakan sapa dan salam atau Program 2G (Greeting dan Gesture) bagi pelaku pariwisata DIY merupakan branding pariwisata DIY berbasis budaya, yang diharapkan dapat diterapkan oleh seluruh pelaku pariwista di DIY dalam “Pranatan Anyar Plesiran Jogja” nantinya.
Program ini telah tersusun melalui koordinasi dengan tim dari Stakeholders Pariwisata DIY, dan Tim Ahli serta Budayawan. “Telah disepakati akan dilaksanakan sebagai branding Pariwisata DIY berbasis budaya. Sehingga masyarakat atau wisatawan terkesan dengan keunikan budaya DIY, khususnya dalam menyapa dan salam kepada wisatawan,” tutup Marlina. (ted)











