BERNASNEWS.COM —
Berkurangnya halaman rumah dan ruang publik diganti dengan bangunan rumah di
kampung-kampung Kota Yogyakarta menjadikan warga mencari alternatif tempat
untuk bersantai, momong bocah atau sekadar untuk olah raga. Salah satunya
tempat adalah Alun-alun Kidul (Alkid) milik kagungan dalem Kraton Yogyakarta. Seiring
dengan perkembangan waktu lapangan yang loksasi tepatnya berada di wilayah
Kelurahan Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta kini telah menjadi tujuan
wisata dan tempat nongkrong anak muda di malam hari.

Menindaklajuti surat edaran Walikota Kota Yogyakarta dalam upaya pencegahan Corona Virus Desase 2019 (Covid-19) dan imbauan pemerintah agar masyarakat melakukan Social Distancing, jaga jarak dan melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), atas koordinasi Tripika Kraton (Kecamatan, Polsek, dan Koramil) dengan Paguyuban Pelaku Pariwisata Alun alun Kidul Yogyakarta (Paparasi Alkid), Alkid sebagai obyek wisata dinyatakan libur, tanggal 26 – 31 Maret 2020. Demikian disampaikan oleh Camat Kraton Drs. Drs. S. Widodo Mujiyatno, ketika meninjau kegiatan penyemprotan di Kampung Suryoputran, Rabu (25/3/2020).

“Teman-teman pelaku pariwisata di Alkid saya imbau untuk
tiarap dahulu guna mengantisipasi Corona. Masa libur bisa digunakan oleh
Paparasi Alkid untuk membersihkan lingkungan dan mempersiapkan sarana
protokoler kesehatan, seperti tempat cuci tangan dan handsantizer. Juga bagi
warga yang punya rencana hajat menikahkan putranya saat ini penting cukup ijab Kabul
dulu di KUA yang sudah terkondisikan,” terang Widodo.

Didik Sanjaya pemilik lapak kuliner Sasono Ngudiroso di Alun-alun Kidul Yogyakarta membenarkan tentang libur atau tutup bersama bagi pelaku pariwisata Alkid tersebut. “Alkid sebagai kegiatan wisata ditutup sementara selama tujuh hari mulai hari ini dan buka kembali pada tanggal 1 April 2020,” ungkap Didik saat dikonfimasi Bernasnews.com, Kamis (26/3/2020).
Didik juga berharap, mudah-mudahan ujian (Wabah Corona, red) tidak terlalu lama sehingga
menggali lobangnya tidak terlalu dalam. Semoga puasa sudah hilang dan para
pelaku pariwisata di Alkid bisa menyambut lebaran yang hasilnya bisa untuk
menutup lobang (hutang). “Siapa tahu ada program kontribusi ganti untung dari
pemerintah,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Santosa dan Bayu selaku
pemilik becak kayuh Odong odong yang telah menjadi ikon wisata malam Alkid
Yogyakarta. “Masa libur ini saya gunakan untuk membersihkan dan menyemprot
Odong odong dengan desinfektas. Juga mengecek kelancaran roda dan rantai, serta
lampu hiasnya,” jelas Santosa.

Sebagaimana yang telah dikabarkan di berbagai media, bahwa Alun alun Kidul Yogyakarta atau juga disebut Alkid ini telah menjadi obyek wisata Kota Yogyakarta khusunya malam hari. Aneka kuliner dari jagung bakar sampai menu tradisional ada di sini, permainan egrang dari bambu, permainan “sakral” masuk di antara dua pohon beringin dengan mata ditutup yang disebut Masangin, dan kerlap-kerlip lampu Odong-odong menambah keindahan malam di Alkid. Selain itu, kini pun bertebaran kafe-kafe baru di sekitar seputaran Alkid yang menambah semarak dan geliat ekonomi warga. (ted)











