BERNASNEWS.COM — Sejumlah perempuan, baik muda maupun yang lanjut usia (lansia), yang tergabung dalam wadah Perkumpulan Perempuan Sleman ((PPS)-sebuah kelompok perempuan binaan DPC PDI Perjuangan Sleman-berusaha mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan. Salah satu langkah konkrit yang dilakukan dan sudah berjalan adalah membuat dan memproduksi berbagai olahan makanan dengan bahan baku salak pondoh.
Selain itu, mengupayakan pendampingan bagi Usaha Mikro Menengah dan Kecil (UMKM) dalam rangka penyempurnaan hasil karya. “Kami mengutamakan produk-produk unggulan agar diperoleh hasil yang maksimal,” kata Sumi Murniati, Ketua Perkumpulan Perempuan Sleman, seperti dikutip Darudyah Sulistyarini, Bendahara PPS, kepada Bernasnews.com, Sabtu (11/1/2020).

Sejak beberapa hari lalu hingga Minggu (12/1/2022), PPS berpartisipasi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan di Jakarta Internasional Expo Kemayoran dengan menggelar pameran, promosi dan penjualan produk-produk olahan makanan hasil karya anggota PPS. Produk olahan makanan yang sudah dipasarkan selama ini antara lain aneka jenis olahan salak pondoh, dodol, geplak, kripik salak, cuka, jamur segar, jamur krispi, kripik belut, kerajinan batik, pewarna batik dan sebagainya.
Menurut Sumi Murniati, PPS yang baru didirikan pada 29 September 2019 mempunyai visi terwujudnya kesejahteraan dan keadilan bagi perempuan Kabupaten Sleman menuju masyarakat yang sejahtera dan berdaya. Sedangkan misi yang ingin diwujudkan, menurut Murniati, adalah pengembangan ekonomi kerakyatan bagi perempuan Sleman, pemberdayaan bidang politik bagi perempuan Sleman, pelestarian budaya di Kabupaten Sleman, menjadi fasilitator dan motivator di bidang sosial bagi perempuan Sleman dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan serta melakukan kajian dan mengkritisi kebijakan di Kabupaten Sleman.

Dalam event Rakernas PDI Perjuangan di Jakarta, Perkumpulan Perempuan Sleman mempromosikan anek produk olahn makanan hasil karya mereka antara lain aneka olahan salak maupun salak segar, dodol, manisan geplak, salak pondoh madu dan gading.
“PPS ingin memberdayakan perempuan di Sleman dengan karya dan contoh nyata. Ini lebih efektif ketimbang hanya dengan teori-teori dan ceramah-ceramah. Dan meski PPS baru berdiri September 2019, namun hasilnya sudah terlihat nyata,” kata Murniati. (lip)











