Guru Harus Mampu Memberi Contoh yang Baik kepada Siswa

BERNASNEWS.COM – Seorang guru, apalagi guru Seni Budaya dan Prakarya (SBP) harus dapat memberi contoh yang baik di depan siswa agar berwibawa. Misalnya, ketika guru menjelaskan tentang teknik vokal, maka mestinya memberikan contoh bagaimana bernyanyi dengan menggunakan teknik vokal yang benar, menggunakan pernapasan diafragma, memperhatikan artikulasi, intonasi dan ekspresi.

“Selain memberi contoh, guru dituntut untuk kreatif dan penuh semangat dalam mengajar. Walaupun sudah di era revolusi industri 4.0 namun buku referensi bermutu tetap diperlukan dan proses pembelajaran menggunakan media teknodigital, kompetensi pedagogi dan personality tatap harus holistik,” kata Drs Edih Supardi MPd, Konsultan Edukasi Yogyakarta, di hadapan guru Seni Budaya dan Prakarya (SBP) MTs Kemenag DIY di Garasi Digital E2KI, Kowang Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Senin (23/12/2019).

Edih Supardi saat memberikan pelatihan edukasi 4.0 bagi guru SBP MTs Kemenag DIY di Garasi Digital E2KI, Kowang, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Senin (23/12/2019). Foto : Istimewa

Menurut Edih Supardi seperti dikutip Ketua MGMP SBP MTs DIY Drs Sutanto dalam rilis yang dikirim ke Bernasnews.com, Kamis (26/12/2019), guru tetap membutuhkan buku. karena buku tetap penting. “Banyak bapak ibu guru yang tidak lagi membeli buku dan membaca buku meski kita telah dipermudah dengan adanya smartphone tapi kita tetap membutuhkan buku,” tandas Edih.

Edih  mengingatkan, dalam pembelajaran setiap detik harus bermakna. Untuk itu guru harus berkeahlian dengan berbagai karya inovasi yang bisa diambil dari YouTube.

Untuk merangsang agar cinta pada buku peserta pelatihan juga diajak melihat buku referensi milik purna Widyaiswara P4TK Seni Budaya Yogyakarta, di antaranya Theories of Personality, Disrupsion, Ki Hajar Dewantara, Generasi Langgas (Millenial), Info Komputer, Passion Without Creation is Nothing, Soft Skill, Kompetensi Pedagogi dan sebagainya.

Dua Guru yang purna tugas (Sugiman dan Marsudi) diapit Edih Supardi (narasumber) dan Sutanto (Ketua MGMP), Senin (23/12/2019). Foto : Istimewa

Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SBP MTs DIY Drs Sutanto mengungkapkan, kegiatan yang digelar merupakan implementasi program pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) sub unsur pengembangan diri kegiatan kolektif guru.

Pelatihan Edukasi 4.0 dimaksudkan untuk penguatan kompetensi guru secara holistic (pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional) serta penguatan pengetahuan dan keterampilan proses pembelajaran matapelajaran Seni Budaya Prakarya di edukasi 4.0 (Big Data dan Media Sosial).

Dalam pertemuan itu juga dilakukan penyerahan piagam bagi guru yang telah memasuki masa puna tugas, yaitu Sugiman (MTsN 6 Bantul), Drs Marsudi Edih (MTsN 6 Bantul), Dra Umi Sultonah (MTsN 2 Gunungkidul), Sarjiyana SPd (MTsN 1 Bantul) dan Hj Suarni SPd (MTsN 3 Sleman). Namun karena berbagai kesibukan hanya Sugiman dan Marsudi yang bisa hadir.

Sutanto mengucapkan banyak terima kasih atas peran aktif guru yang telah memasuki purnatugas, disertai harapan agar terus berkiprah di tengah-tengah masyarakat. Saat ini Marsudi tetap aktif di jagad kesenian dengan bergabung di alumni SSRI di Komunitas Angkringan SSRI dan Kadang Purna SSRI. Sedangkan Sugiman diminta bergabung di SLB Islam Qothrunnada Sewon.

Kepada yang memasuki purnatugas, Edih Supardi berpesan bahwa purnatugas hanyalah secara administratif saja, namun ilmu dan pengalaman untuk sesama masih tetap berjalan. (lip)