bernasnews – Aktivitas malam hari di berbagai sudut Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kini mendapat perhatian serius dari aparat keamanan.
Di saat sebagian besar masyarakat beristirahat, personel gabungan dari Polda DIY, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY, dan Satpol PP DIY bergerak menyusuri jalanan serta kawasan publik yang kerap menjadi tempat berkumpulnya para pemuda.
Langkah ini merupakan operasi pencegahan kenakalan remaja yang diintensifkan selama masa libur sekolah.
Patroli berskala besar tersebut digelar setiap malam hingga menjelang dini hari untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mempersempit ruang gerak potensi tindak pidana yang melibatkan anak usia sekolah.
Menggunakan pendekatan dialogis dan humanis, petugas mendatangi berbagai titik keramaian, mulai dari ruas jalan utama hingga ruang terbuka publik.
Di lokasi-lokasi tersebut, aparat memberikan edukasi dan mengajak para remaja untuk segera membubarkan diri guna kembali ke rumah masing-masing.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menegaskan bahwa patroli gabungan ini adalah wujud nyata komitmen Tim Pencegahan Kenakalan Anak Usia Sekolah dalam melindungi generasi muda dari potensi pelanggaran hukum.
“Ini adalah bentuk komitmen bersama kami untuk hadir memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus memantau aktivitas anak usia sekolah agar tidak menjadi korban atau pelaku tindak pidana yang kami laksanakan setiap malam selama masa libur sekolah,” ujar Kombes Pol Ihsan.
Antisipasi Peningkatan Aktivitas Remaja di Luar Rumah
Masa libur sekolah memerlukan perhatian ekstra karena intensitas aktivitas anak-anak di luar rumah cenderung meningkat pada malam hari.
Jika tidak diantisipasi melalui pengawasan ketat, kondisi tersebut berpotensi memicu berbagai bentuk kenakalan remaja.
Oleh karena itu, tim gabungan secara aktif mendatangi kelompok pemuda yang masih berkumpul melewati jam malam. Pendekatan persuasif dikedepankan untuk memberikan pemahaman mengenai risiko tindakan melanggar hukum demi keselamatan diri mereka sendiri.
Upaya preventif ini terbukti membuahkan hasil. Dalam operasi terbaru, petugas berhasil membubarkan aksi balapan liar yang sempat meresahkan warga.
Langkah cepat ini mampu menghentikan aktivitas berbahaya sebelum memicu kecelakaan lalu lintas maupun gangguan keamanan yang lebih luas.
Balapan liar menjadi salah satu sasaran utama dalam setiap patroli malam karena selain mengganggu ketenangan, aktivitas tersebut berisiko memicu tawuran hingga tindak kriminalitas lainnya. Kombes Pol Ihsan menjelaskan bahwa metode dialogis terbukti efektif dalam menjaga kondusivitas wilayah.
“Sejauh ini, pelaksanaan patroli skala besar dengan mengedepankan pendekatan dialog yang persuasif dan humanis cukup efektif dalam mencegah terjadinya kenakalan remaja yang mengarah ke tindak pidana, termasuk dalam mencegah aksi balapan liar yang sering terjadi di malam hari,” katanya.
Dorong Peran Keluarga Lewat Program Ibu Memanggil
Meski patroli di lapangan terus digencarkan melalui sinergi antarinstitusi, Polda DIY menegaskan bahwa peran keluarga tetap menjadi benteng pertahanan utama dalam menjaga moral dan perilaku anak.
Aparat mengimbau para orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak mereka, salah satunya dengan mengoptimalkan program Ibu Memanggil.
Melalui program ini, orang tua diharapkan memastikan putra-putri mereka sudah berada di dalam rumah pada malam hari dan tidak berkeliaran tanpa kepentingan yang jelas.
Komunikasi yang intens serta kepedulian yang besar dari orang tua dinilai sebagai langkah paling efektif untuk mencegah anak terjerumus ke dalam lingkungan yang salah.
Melalui kolaborasi antara penegak hukum, pemerintah daerah, lingkungan sekolah, dan keluarga, diharapkan tumbuh kembang generasi muda di DIY dapat berlangsung dengan aman.
Patroli malam yang rutin ini diharapkan mampu menjaga masa libur sekolah tetap produktif dan aman bagi para pelajar. (Eln)












