News  

Ugal-ugalan di Tanjakan Patuk, Dua Pelajar Adu Banteng dengan Grand Max usai Senggol Motor Emak-Emak, Berakhir Patah Tulang

bernasnews – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor dan satu mobil pikap terjadi di ruas Jalan Ngoro-Oro–Patuk, tepatnya di Padukuhan Jatikuning, Kalurahan Ngoro-Oro, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu, 13 Juni 2026 sekitar pukul 14.30 WIB.

Peristiwa tersebut mengakibatkan dua pelajar mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan medis. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan yang terlibat meliputi sepeda motor Honda Beat Street bernomor polisi AB 4359 WO, Honda Revo bernomor polisi AB 6455 GM, serta mobil Daihatsu Gran Max Pick Up bernomor polisi AB 8295 BF.

Kasi Humas Polsek Patuk, Aiptu Purwanto, menjelaskan kecelakaan bermula saat LS (40), warga Soka, Ngoro-Oro, Patuk, mengendarai Honda Beat Street dari arah timur menuju barat dengan kecepatan sedang.

Setibanya di lokasi kejadian yang merupakan jalur menanjak dan menikung, LS mengurangi kecepatan karena hendak berbelok ke kanan menuju halaman rumah.

Pada saat bersamaan, dari arah yang sama melaju Honda Revo yang dikendarai MRP (15). Pelajar tersebut membonceng rekannya, LPA (13), yang keduanya merupakan warga Ngandong, Patuk.

Diduga karena jarak kendaraan terlalu dekat dan kurang mengantisipasi kondisi lalu lintas di depannya, MRP berupaya mendahului Honda Beat Street dari sisi kanan.

“Pengendara Honda Revo hendak mendahului Honda Beat Street dari sisi kanan dan menyerempet stang kanan hingga oleng dan kedua pelajar terjatuh di jalur berlawanan,” ujar Aiptu Purwanto.

Terjatuh ke Jalur Berlawanan

Akibat serempetan tersebut, Honda Revo kehilangan kendali. Kedua pelajar bersama sepeda motor yang dikendarai terjatuh ke lajur kendaraan dari arah berlawanan.

Pada saat bersamaan, dari arah barat menuju timur melaju Daihatsu Gran Max Pick Up yang dikemudikan HO (39), warga Nongkosingit, Dadapayu, Semanu, Gunungkidul.

Jarak yang sudah terlalu dekat membuat pengemudi mobil tidak memiliki cukup ruang untuk menghindari korban yang terjatuh di badan jalan.

“Mobil menabrak kedua pelajar bersama motornya yang jatuh di jalan,” kata Purwanto.

Akibat kejadian tersebut, MRP mengalami luka lecet pada bagian dada serta patah tulang bahu kanan. Sementara LPA mengalami patah tulang pada tangan kanan.

Petugas bersama warga segera melakukan evakuasi dan membawa kedua korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Kedua pelajar tersebut saat ini mendapatkan perawatan di RSUD Prambanan,” ungkapnya.

Sementara itu, LS hanya mengalami luka ringan berupa lecet pada jari tangan kanan.

Adapun pengemudi Daihatsu Gran Max Pick Up dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Petugas kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan kendaraan yang terlibat, serta meminta keterangan sejumlah saksi guna memastikan rangkaian peristiwa kecelakaan tersebut.

“Saat ini perkara kecelakaan lalu lintas tersebut ditangani Unit Laka Satlantas Polres Gunungkidul,” pungkas Purwanto.

Kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya pengendara usia remaja, untuk lebih berhati-hati saat berkendara, terutama di jalur dengan kontur menanjak dan menikung seperti wilayah Patuk.

Pengendara diminta tidak memaksakan diri mendahului kendaraan lain tanpa memperhitungkan kondisi lalu lintas, jarak aman, serta ruang yang tersedia demi mengurangi risiko terjadinya kecelakaan. (Eln)