bernasnews — Taman Hutan Raya (Tahura) Bunder di Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, terus berkembang sebagai destinasi wisata alam berbasis eco-wellness.
Kawasan konservasi yang berada di tepi Sungai Oya ini kini menawarkan berbagai aktivitas yang menggabungkan rekreasi alam, edukasi lingkungan, dan pemulihan kesehatan fisik maupun mental.
Memasuki kawasan Tahura Bunder, pengunjung langsung disambut suasana hutan yang teduh dengan pepohonan tinggi dan udara yang relatif sejuk.
Aliran Sungai Oya yang membelah kawasan menambah daya tarik tersendiri. Suara gemericik air dan kicauan burung menjadi latar alami yang membuat suasana jauh berbeda dari keramaian perkotaan.
Di tengah meningkatnya tren wisata berbasis kesehatan dan ketenangan, Tahura Bunder mulai dilirik wisatawan yang ingin mencari pengalaman berlibur sekaligus melepas penat.
Kawasan Konservasi yang Terbuka untuk Wisata Edukatif
Kepala Tahura Bunder, Alex Zubaedi, menjelaskan bahwa fungsi utama kawasan ini adalah sebagai area konservasi pelestarian alam yang menyimpan beragam koleksi flora dan fauna.
Menurutnya, berbagai jenis tanaman dan satwa yang ada di kawasan tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan, konservasi, hingga pengembangan ekowisata.
“Tanaman dan hewan baik asli maupun bukan asli, untuk kepentingan biasanya pendidikan, buat kepentingan ekowisata, terus konservasi juga,” ujar Alex.
Konsep tersebut membuat Tahura Bunder tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga ruang belajar tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Camping Murah di Tengah Hutan
Salah satu aktivitas favorit pengunjung adalah berkemah di area hutan yang telah disediakan pengelola.
Saat malam hari, suasana kawasan berubah menjadi lebih tenang dengan suara alam yang mendominasi. Pengunjung dapat menikmati langit malam dari sela-sela pepohonan sambil merasakan udara segar khas kawasan hutan.
Pagi hari menjadi momen yang paling dinantikan banyak wisatawan.
Cahaya matahari yang menembus kanopi hutan berpadu dengan suara burung liar dan aliran Sungai Oya menciptakan suasana yang jarang ditemukan di kawasan perkotaan.
Menariknya, biaya menikmati pengalaman tersebut tergolong terjangkau.
Tarif Tahura Bunder
| Jenis Layanan | Tarif |
|---|---|
| Tiket masuk | Rp5.000 per orang |
| Camping | Rp10.000 per tapak per malam |
| Foto prewedding | Rp200.000 |
| Produksi video komersial | Rp1.000.000 |
Pengunjung diwajibkan mengurus perizinan terlebih dahulu kepada petugas sebelum memasuki kawasan konservasi.
Banyak Pilihan Wisata dan Edukasi
Selain camping, Tahura Bunder menawarkan sejumlah aktivitas lain yang cocok untuk wisata keluarga maupun komunitas pecinta alam.
Beberapa daya tarik yang tersedia antara lain:
- Trekking menyusuri jalur hutan
- Menikmati panorama Sungai Oya
- Penangkaran rusa
- Unit perlindungan satwa
- Balai perbenihan tanaman
- Wisata edukasi pabrik kayu putih
- Pengamatan flora dan fauna
Salah satu lokasi yang cukup diminati adalah area penangkaran rusa.
Di lokasi tersebut, pengunjung dapat melihat satwa dari jarak dekat sambil mengenal program konservasi yang dijalankan pengelola.
Keberadaan pabrik kayu putih di dalam kawasan juga menjadi daya tarik unik karena wisatawan dapat melihat langsung proses pengolahan hasil hutan yang tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.
Aturan Ketat untuk Menjaga Kelestarian Hutan
Sebagai kawasan konservasi, Tahura Bunder menerapkan sejumlah aturan yang wajib dipatuhi seluruh pengunjung.
Pengelola melarang:
- Berburu satwa liar
- Menebang pohon
- Merusak vegetasi
- Membuang sampah sembarangan
- Membuang puntung rokok di area hutan
Untuk aktivitas api unggun, pengelola menyediakan tong besi khusus guna mengurangi risiko kebakaran hutan.
Pengunjung juga diwajibkan memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.
Senam Relaksasi Jadi Tren Baru
Selain wisata alam dan edukasi, Tahura Bunder kini mulai dikenal sebagai lokasi aktivitas eco-wellness.
Salah satu kegiatan yang sedang berkembang adalah senam relaksasi di ruang terbuka. Aktivitas ini dilakukan di tengah suasana hutan yang tenang dengan dukungan udara segar dan lingkungan alami.
Menurut Alex, tren tersebut mulai banyak diminati karena memberikan pengalaman berbeda dibanding olahraga di dalam ruangan.
“Kemudian yang baru ramai sekarang ada juga aktivitas senam relaksasi. Itu sedang tren. Jadi, selain menikmati pemandangan, kita juga bisa senam relaksasi di sini,” kata Alex.
Perpaduan antara olahraga ringan, suasana hutan, dan ketenangan alam menjadi daya tarik baru yang mendukung konsep wisata kesehatan berbasis alam.
Bukan hanya tempat menikmati pemandangan, kawasan ini berkembang sebagai ruang untuk beristirahat sejenak dari rutinitas, belajar tentang konservasi, sekaligus merasakan manfaat kesehatan dari kedekatan dengan alam.











