Intip Lagi Prestasi Gregoria Mariska Tunjung, Resmi Mundur dari Pelatnas

Ilustrasi Gregoria Mariska Tunjung mundur. (Pixabay.com)

bernasnews – Kabar mengejutkan datang dari dunia bulu tangkis Indonesia. Atlet tunggal putri andalan Tanah Air, Gregoria Mariska Tunjung, resmi mengundurkan diri dari pemusatan latihan nasional (Pelatnas) PBSI di Cipayung pada Jumat (15/5/2026).

Keputusan tersebut diambil setelah melalui komunikasi dengan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, serta kepala pelatih tunggal putri utama, Imam Tohari.

Kondisi kesehatan yang belum sepenuhnya pulih akibat vertigo menjadi alasan utama pengunduran diri tersebut.

Alasan Gregoria Mundur

Pengunduran diri Gregoria tidak lepas dari kondisi kesehatannya yang masih dalam tahap pemulihan. Dalam keterangan resmi yang dirilis PBSI, disebutkan bahwa atlet berusia muda tersebut belum merasa siap untuk kembali ke kompetisi.

“Hingga saat ini, Gregoria merasa belum pulih sepenuhnya dan belum memiliki kepercayaan diri untuk kembali bertanding,” tulis PBSI dalam rilisnya, Jumat (15/5).

Keputusan ini disebut telah melalui pertimbangan matang. PBSI juga memastikan bahwa langkah tersebut diambil dengan komunikasi yang baik antara atlet, pelatih, dan jajaran pengurus.

PBSI Hormati Keputusan Gregoria

Pihak PBSI menyatakan menghormati keputusan yang diambil Gregoria. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menyampaikan apresiasi atas kontribusi besar yang telah diberikan selama lebih dari satu dekade.

“Gregoria adalah atlet yang telah memberikan banyak kontribusi dan kebanggaan untuk Indonesia. Kami menghormati keputusan yang diambil dan berharap yang terbaik untuk kesehatan serta masa depannya.”

Selain itu, PBSI juga menyoroti dedikasi Gregoria selama menjadi bagian dari pelatnas.

“Selama menjadi bagian dari Pelatnas, Gregoria telah memberikan kontribusi besar bagi prestasi bulutangkis Indonesia di level internasional. Dedikasi, semangat juang, dan profesionalismenya menjadi inspirasi bagi generasi atlet muda Indonesi”

12 Tahun Membela Merah Putih

Gregoria Mariska Tunjung telah menjadi bagian dari pelatnas PBSI selama kurang lebih 12 tahun. Selama periode tersebut, ia berkembang menjadi salah satu tunggal putri terbaik Indonesia dan kerap tampil di ajang internasional bergengsi.

Dalam surat pengunduran dirinya, Gregoria menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran PBSI atas kesempatan dan kepercayaan yang telah diberikan.

Keputusan mundur ini sekaligus menandai berakhirnya perjalanan panjang Gregoria sebagai bagian dari skuad pelatnas Merah Putih.

Deretan Prestasi Gemilang Gregoria Mariska Tunjung

Selama berkarier, Gregoria berhasil mencatatkan sejumlah prestasi membanggakan yang mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Berikut beberapa pencapaian pentingnya:

Prestasi Olimpiade dan Beregu

  • Medali Perunggu Olimpiade Paris 2024
  • Medali Perak Uber Cup 2024

Pencapaian di Olimpiade menjadi salah satu tonggak penting, karena mengakhiri penantian panjang sektor tunggal putri Indonesia selama 16 tahun.

Prestasi Junior dan Regional

  • Juara Dunia Junior BWF 2017 (Yogyakarta) – Emas
  • Perak Kejuaraan Asia Junior 2016
  • Perunggu SEA Games 2017 dan 2021

Sejak usia muda, Gregoria sudah menunjukkan potensi besar dengan menjuarai ajang dunia junior di Yogyakarta.

Prestasi BWF World Tour dan Turnamen Internasional

  • Juara Spain Masters 2023
  • Juara Kumamoto Masters Japan 2023
  • Juara Indonesia International Challenge 2018
  • Juara Singapore International Series 2015

Konsistensinya di berbagai turnamen internasional menjadikan Gregoria sebagai salah satu tulang punggung sektor tunggal putri Indonesia.

Keputusan Gregoria mundur dari pelatnas tentu menjadi kehilangan bagi bulu tangkis Indonesia, terutama di sektor tunggal putri. Namun, PBSI menegaskan bahwa kesehatan atlet tetap menjadi prioritas utama.

Langkah ini juga diharapkan dapat memberikan waktu bagi Gregoria untuk fokus pada pemulihan, sekaligus membuka peluang bagi regenerasi atlet muda di pelatnas.

Meski tidak lagi berada di pelatnas, kontribusi dan prestasi Gregoria akan tetap dikenang sebagai bagian penting dalam perjalanan bulu tangkis Indonesia di level dunia. (anp)