Candi Ngawen Muntilan: Candi Buddha yang Unik, Ada Empat Arca Singa di Setiap Candi

Candi Ngawen yang terletak di Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

bernasnews — Potensi wisata Muntilan, kawasan bagian dari Kabupaten Magelang sebagai pintu gerbang ke Candi Borobudur dari arah Jogja sebagai wisata Sejarah dan religi Buddha bisa disebut sungguh luar biasa.

Selain Candi Borobudur yang telah terkenal mendunia, juga ada Candi Mendut dan candi Pawon. Candi Mendut merupakan candi Buddha peninggalan Dinasti Syailendra. Isinya arca Buddha setinggi tiga meter dan menjadi pusat peringatan hari suci Waisak.

Sementara Candi Pawon, sebuah candi kecil yang berlokasi di antara Mendut – Borobudur. Disebut sebagai penghubung spriritual kedua candi tersebut.

Ada satu candi lagi yang patut untuk dikunjungi, yaitu Candi Ngawen yang terletak di Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi ini berlatar belakang agama Buddha.

Menurut sumber, hal ini dibuktikan dengan temuan arca Dhyani Buddha Ratnasambhawa, di Candi II dan arca Dhayani Buddha Amitha, di Candi IV. Sedangkan dari gaya arsitektur bangunannya, Candi Ngawen dibangun sekitar abad IX – X Masehi.

Penampakan arca singa di sudut Candi Ngawen. (Foto: Kiriman Seno Pratomo)

Salah satu keunikan Candi Ngawen adalah keberadaan 4 buah arca singa di setiap candi II dan candi IV. Komplek Candi Ngawen terdiri dari 5 buah candi yang berderet sejajar utara-selatan, dengan bangunan candi menghadap ke timur.

Berturut dari arah Selatan Candi Ngawen I,II, III, IV dan V, masing-masing candi berdenah bujur sangkar. Candi II dan IV memilik ukuran dan bentuk kontruksi yang sama. Dari kelima candi yang terdapat di Kompleks Candi Ngawen, hanya candi II yang mempunyai komponen lengkap karena pernah dipugar pada tahun 1927.

Darwanto, Penjaga Candi Ngawen menjelaskan, bahwa wisatawan atau pengunjung yang datang setiap harinya sejumlah puluhan, buka setiap hari dari jam 08:00 WIB hingga jam 17:00 WIB.

“Jika dilihat dari daftar di buku tamu, keperluang pengunjung beraneka macam dari yang berwisata, belajar atau tugas sekolah hingga sekadar bermain,” terang Darwanto, kepada bernasnews, Minggu (10/5/2026).

Di halaman Candi Ngawen, selain tersedia bangku tempat duduk di sudut halaman juga terdapat balai sebagai perpustakaan mini, dengan rak-rak yang berisi buku tentang Sejarah Nusantara maupun sejarah percandian.

Untuk mengunjungi Candi Ngawen hanya sekitar 15 menit dari Candi Borobudur, melalui Muntilan – Kalibawang, Kulon Progo. Apabila dari arah Jogja dapat melalui Jalan Jogja – Magelang atau Jalan Kalibawang – Borobudur, Kabupaten Magelang. (ted)