News  

Kecelakaan Maut di Jalur Alternatif Jogja-Wonosari: Adu Banteng Honda CRF dan Beat Street di Tikungan Patuk, Tiga Orang Terluka

Kecelakaan Maut di Jalur Alternatif Jogja-Wonosari/Foto: Istimewa

bernasnews-Dentuman keras dari tabrakan dua sepeda motor terdengar Jalan Alternatif Jogja-Wonosari Km 21, tepatnya di Padukuhan Karangsari, Kalurahan Nglanggeran, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul.

Kecelakaan maut antara sepeda motor Honda CRF bernomor polisi AB-5795-K dan Honda Beat Street bernomor polisi AB-2396-VM itu menyebabkan tiga orang mengalami luka serius dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Jumat (8/5/2026) malam di ruas jalan menikung yang dikenal cukup rawan kecelakaan, terutama saat kondisi lalu lintas mulai padat menjelang malam hari.

Kecelakaan Maut di Jalur Alternatif Jogja-Wonosari

Kasi Humas Polsek Patuk, Aiptu Purwanto, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika sepeda motor Honda Beat Street melaju dari arah Yogyakarta menuju Wonosari atau dari barat ke timur dengan kecepatan sedang.

Saat melintas di lokasi kejadian yang merupakan jalan menikung dengan marka jalan tidak terputus, dari arah berlawanan muncul sepeda motor Honda CRF.

Jarak kedua kendaraan yang sudah terlalu dekat membuat kedua pengendara tidak sempat menghindar. Tabrakan depan atau adu banteng pun terjadi dengan keras di tengah jalan.

“Sesampainya di lokasi kejadian yang merupakan jalan menikung dengan marka tidak terputus, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Honda CRF. Karena jarak terlalu dekat, tabrakan depan tidak dapat dihindari,” ujar Aiptu Purwanto, Jumat malam.

Benturan keras membuat kedua sepeda motor terpental dan para korban jatuh berserakan di badan jalan. Warga sekitar yang mendengar suara benturan langsung berhamburan menuju lokasi untuk memberikan pertolongan pertama.

Dalam kecelakaan tersebut, pengendara Honda CRF berinisial LN (26), warga Srimartani, Piyungan, Bantul. Akibat benturan keras, korban mengalami patah tangan kanan.

Meski mengalami luka serius, LN masih dalam kondisi sadar saat petugas dan warga mengevakuasi korban menuju RS Nur Rohmah Playen.

Tidak hanya LN, pembonceng Honda CRF berinisial MMZ (15), yang juga merupakan warga Srimartani, Piyungan, Bantul, turut mengalami luka akibat kecelakaan tersebut.

Remaja tersebut mengalami luka lecet pada bagian lutut kanan dan siku kiri. Petugas medis langsung memberikan penanganan di rumah sakit yang sama.

Sementara itu, pengendara Honda Beat Street berinisial AW (27), warga Pacarejo, Semanu, Gunungkidul, mengalami luka cukup serius.

Korban mengalami patah tangan kanan serta cedera kepala akibat benturan keras saat tabrakan terjadi. Hingga Jumat malam, korban masih menjalani perawatan intensif di RS Nur Rohmah Playen.

Petugas kepolisian bersama warga bergerak cepat mengevakuasi korban agar segera mendapatkan pertolongan medis.

Polisi Langsung Lakukan Penanganan

Aiptu Purwanto mengatakan pihak kepolisian menerima laporan kecelakaan sekitar pukul 19.00 WIB dari masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Setelah menerima laporan, anggota Polsek Patuk langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan, mengatur arus lalu lintas, serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Laporan kejadian diterima petugas sekitar pukul 19.00 WIB dari masyarakat, kemudian anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan,” kata Aiptu Purwanto.

Petugas juga mengamankan kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Jalur alternatif Jogja-Wonosari di kawasan Patuk memiliki karakter jalan berkelok dan minim penerangan di beberapa titik. Kondisi tersebut sering kali memicu kecelakaan lalu lintas, terutama saat pengendara kehilangan konsentrasi atau melaju dengan jarak terlalu dekat.

Warga sekitar berharap pengendara lebih berhati-hati saat melintas di kawasan tersebut, khususnya pada malam hari dan ketika kondisi jalan ramai.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi marka jalan, menjaga kecepatan kendaraan, serta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur menikung untuk menghindari kecelakaan serupa. (ef linangkung)