Jogja Heritage Cycling: Media untuk Perkenalkan Sejarah Mataram Islam bagi Gen Z

Peserta JHC foto bersama di sebuah situs kawasan Mataram Islam, di Plered, Kabupaten Bantul. (Foto: Kiriman Supri)

bernasnews — Jogja Heritage Cycling (JHC) merupakan program yang diinisiasi Dinas Kebudayaan (Kandha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan bersepeda sebagai media memperkenalkan tempat-tempat bersejarah kerajaan Mataram Islam di Jogja bagi masyarakat, khususnya anak-anak muda atau Gen Z.

Demikian dikemukakan oleh Supri dari Badan Pengelola Kawasan Cagar Budaya Kerto Plered kepada bernasnews, ditemui saat istirahat beserta rombongan JHC, di Destinasi Wisata Kuliner Bulak Wilkel, Plered, Kabupaten Bantul, Sabtu (2/5/2027).

“Kegiatan hari ini (Sabtu, 2/5) di rute tiga yang meliputi kunjungan ke museum, srimanganti, kemudian di Ratu Mas Malang. Berkaitan dengan sejarah Amangkurat Agung dan segala kisah atau cerita yang ada di dalamnya,” jelas Supri, yang juga Pengurus Desa Wisata Bumi Mataram Plered.

Menurutnya, JHC ini merupaka kegiatan rutin yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan DIY yang dimulai dari tahun 2024. Dimana pada tahun pertama di Kawasan Kotagede, selanjutnya pada tahun ke dua (2025) ditambah dengan kawasan kawasan Plered.

“Dan yang ketiga pada tahun 2026 ini ditambah kawasan Imogiri. Artinya, kegiatan JHC ini lengkap sebagai Poros (kerajaan) Mataram Islam,” beber Supri.

Lebih lanjut Supri mengungkapkan, bahwa JHC ini merupakan media yang bagus untuk generasi muda agar lebih tahu tentan sejarah, khususnya tentang Mataram Islam yang sekarang fakta (peninggalan) masih ada meskipun telah terbagi dua antara Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta.

Rombongan peserta JHC usai istirahat di Obwis Kuliner mBulak Wilkel Plered meneruskan perjalanan. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

“Kalau bicara urutan sejarahnya kan Kotagede untuk berdirinya, Plered masa kejayaannya, dan Imogiri tempat mangkatnya raja-raja Mataram Islam,” imbuhnya. Cara pendaftaran untuk mengikuti program JHC ini melalui link website yang dikelola oleh JTTC (Jogja Tourism Traning Center)

Sementara itu, Adil dari PT. Dinarakarya Indonesia menambahkan, bahwa program JHC ini dari Dinas Kebudayaan DIY yang pengelolaannya berupa kemitraan dengan Dinarakarya Indonesia, yang merupakan anak usaha dari JTTC.

“Adapun cara mengikuti JHC yakni mendaftar langsung melalui website Jogja Heritage.com, booking Jogja Heritage Cycling. Pendaftaranya dibuka setiap hari Sabtu sampai dengan Kamis, untuk kepesertaan pada Sabtu depan,” terang Adil.

“Untuk mengikuti kegiatan JHC ini free alias tidak dipungut biaya lantaran didanai oleh Danais, selain difasilitasi sepeda model sally peserta juga mendapatkan makan siang kuliner setempat. Selain sepedaan juga ada kegiatan yang memakai armada bus,” pungkasnya. (ted)