Bule Mengajar dan Jelajah Kotagede, Terobosan Baru Pemkot Yogya Kembangkan Wisata Berbasis Pengalaman

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memberikan sertifikat kepada mahasiswa asing dari Pakistan, peserta Bule Mengajar Jelajah Kotagede. (Foto: Istimewa)

bernasnews — Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pariwisata mengembangkan wisata berbasis pengalaman Bule Mengajar yang diintegrasikan dengan paket Jelajah Kawasan Kotagede, di Kota Yogyakarta.

Program Bule Mengajar merupakan quick wins Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo melalui Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, yang bertujuan untuk membangun wisata berkualitas  dengan penguatan pariwisata berbasis pengalaman.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadikan Kotagede sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya semakin dikenal wisatawan mancanegara.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih atas partisipasi para mahasiswa asing yang belajar di DIY dalam kegiatan Bule Mengajar Jelajah Kotagede. Mereka para peserta berasal dari beberapa negara, yaitu  Timor Leste, Solomon, Tanzania, Kenya dan Pakistan.

Menurut Hasto, bahwa “Bule Mengajar” ini maksudnya teman-teman yang datang di sini bisa memberikan best practice-nya. Memberikan kedisiplinan juga kerja keras.

“Saya membuat quick win ini dengan Bu Daning (Dinas Pariwisata) adalah bagaimana “Bule Mengajar” itu bisa terimplementasi di Yogyakarta,” kata Hasto, di sela-sela kegiatan Bule Mengajar Jelajah Kotagede, pada Sabtu (14/3/2026).

Wali Kota berharap dengan program “Bule Mengajar” ini, mereka bisa memberikan pelajaran di sekolah-sekolah. Kemudian sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta nanti bisa bekerja sama dengan tour leader di Yogya. Termasuk bekerja sama dengan beberapa negara untuk mendatangkan turis-turis ke Yogya.

Orang nomor satu di Pemkot Yogya ini juga berharap “Bule Mengajar” bukan sekadar berbagi informasi seperti kebudayaan namun juga berbagi kebiasaan disiplin dan belajar giat dari orang-orang di berbagai negara.

“Sekaligus memberikan praktik-praktik yang baik kepada para siswa. Oleh karena itu, kita memyambut baik kedatangan para turis asing nantinya untuk memberikan pelajaran di sekolah-sekolah di seluruh Yogyakarta. Saya utamakan sekolah negeri dulu untuk meningkatkan kualitas SD negeri,” ungkap Hasto Wardoyo.

Berkenaan potensi di Kotagede, Hasto kagum dan mengaku baru pertama kali datang ke kawasan Between Two Gates di Kampung Alun-alun, Purbayan Kotagede. Ia masuk dari pintu masuk barat dan berjalan sampai ujung  pintu timur.

Selain itu, Wali Kota juga melihat langsung deretan bangunan-bangunan tradisional Jawa berupa pendopo dan rumah joglo khas Kotagede dengan pilar penyangga yang disebut Bahu Danyang.

Pada bagian lain, Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Lucia Daning Krisnawati mengemukakan, bahwa program mahasiswa asing bercerita atau Bule Mengajar dikembangkan sebagai upaya mengaktivasi wisata di Kawasan Kotagede untuk segmen wisatawan mancanegara.

Diharapkan keterlibatan mahasiswa asing di Yogyakarta dalam aktivitas masyarakat di Kawasan Kotagede dan berbagi cerita budaya dapat memberikan kesan dan pengalaman berkesan yang akan dibagikan kepada keluarga, saudara dan teman di negara asal.

“Tdak ada yang kebetulan wisata dengan keberagaman seni dan budayanya, itu kami meng-endorse (mendukung) dengan Bule Mengajar supaya adik-adik di sini mempunyai pengalaman,” ujar Lucia Daning, dilansir dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta.

“Ini semoga menjadi awal yang baik tidak hanya di Kampung Purbayan. Tetapi memberikan pengalaman dan influencer-nya sampai ke 46 kampung wisata dan 45 Pokdarwis sehingga bersama-sama kita bisa membuka mata dunia bahwa di Kota Yogyakarta, di kampung-kampung yang ada itu mempunyai potensi yang luar biasa,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Kampung Wisata Purbayan, Nugroho Nurcahyo mengatakan kegiatan Bule Mengajar di Kotagede itu sekaligus uji coba paket wisata Jelajaah Kawasan Kotagede. Sebelum sesi berbagi Bule Mengajar, para peserta diajak berjalan-jalan ke Pasar Kotagede dan masuk ke lorong labirin di kampung -kampung Purbayan dan berakhir di kawasan Between Two Gates.

Pihaknya menyambut baik giat Bule Belajar dan Kampung Wisata Purbayan serta kampung wisata lain di Kotagede siap menerima tamu wisatawan. Sebenarnya bicara potensi wisata cukup banyak di Kotagede.

“Selain kerajina perak, juga ada produksi Roti Kembang Waru, Museum Iqro AMM. Kawasan Alun-alun dan nDalem yang merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Islam, sehingga ini menjadi paket yang kami kemas untuk paket Jelajah Kawasan Kotagede,” ujar Nurcahyo. (*/ ted)