Langsung ke konten
Breaking News
UGM Sambut 11.099 Mahasiswa Baru, Sri Paduka Paku Alam X Tekankan Ilmu Harus Bermanfaat bagi Masyarakat Kapolda DIY Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung Gegana, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman KBRN Haraku Ramen Buka Gerai Pertama di Sleman, Memperkaya Pilihan Kuliner Khas Jepang Mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Berdayakan KWT Giripurwo dalam Pengelolaan Sampah dan Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Lokal Pengurus KASTIMA YKPN Periode 2026 -2030 Gelar Rapat Koordinasi Secara Daring
bernasnews
bernasnews
  • News
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Featured
  • Olahraga
  • Politik
  • Teras Malioboro
  • Pinarak
  • Jaga Warga
Beranda Technology Cara Setting Pengawasan WA Akun Khusus Anak, Ini Fitur Kontrol dan Cara Mengaktifkannya
Technology  

Cara Setting Pengawasan WA Akun Khusus Anak, Ini Fitur Kontrol dan Cara Mengaktifkannya

Nindya
14 Maret 202614 Maret 2026
Ilustrasi cara setting WA akun khusus anak. (Pixabay.com)

bernasnews – Platform pesan instan WhatsApp terus mengembangkan fitur keamanan bagi penggunanya. Salah satu inovasi terbaru adalah kehadiran akun WhatsApp khusus anak yang dirancang agar aktivitas komunikasi anak dapat dipantau langsung oleh orang tua atau wali.

Fitur ini ditujukan untuk pengguna berusia 10 hingga 12 tahun. Melalui sistem pengawasan ini, anak tetap dapat berkomunikasi menggunakan aplikasi pesan populer tersebut, namun dengan berbagai pembatasan dan kontrol yang berada di tangan orang tua.

Dengan adanya pengaturan ini, orang tua dapat memastikan anak menggunakan aplikasi secara aman, sekaligus mengurangi risiko interaksi dengan pihak yang tidak dikenal di internet.

Apa Itu Akun WhatsApp Khusus Anak?

Akun khusus anak merupakan jenis akun di WhatsApp yang dibuat dengan sistem pengawasan orang tua (parent-managed account). Artinya, sebagian besar pengaturan privasi serta aktivitas komunikasi tidak dapat diubah langsung oleh anak.

Pengguna anak hanya dapat memanfaatkan fungsi utama aplikasi seperti mengirim pesan dan melakukan panggilan. Sementara fitur yang berpotensi membuka akses lebih luas ke internet dibatasi atau dinonaktifkan.

Semua pengaturan keamanan hanya dapat diubah menggunakan PIN khusus yang dibuat oleh orang tua atau wali.

Dengan konsep ini, anak tetap dapat belajar menggunakan teknologi komunikasi digital, tetapi tetap berada dalam pengawasan yang ketat.

Fitur Pengawasan yang Bisa Diatur Orang Tua

Melalui akun WhatsApp khusus anak, orang tua mendapatkan sejumlah kontrol penting untuk menjaga keamanan komunikasi anak.

Berikut beberapa pengaturan yang dapat dikendalikan:

1. Mengatur Kontak yang Bisa Berinteraksi

Orang tua dapat menentukan siapa saja yang diperbolehkan mengirim pesan atau melakukan panggilan kepada anak.

Jika terdapat nomor yang tidak dikenal menghubungi akun anak, orang tua bisa langsung meninjau pesan tersebut dan memutuskan apakah kontak tersebut boleh berinteraksi atau tidak.

2. Mengontrol Grup WhatsApp

Pengaturan ini memungkinkan orang tua menentukan grup mana saja yang boleh diikuti anak.

Langkah ini penting karena grup sering kali menjadi tempat masuknya orang baru yang tidak dikenal.

3. Mengatur Privasi Profil Anak

Beberapa informasi pribadi anak juga dapat diatur tingkat visibilitasnya, seperti:

  • Siapa yang dapat melihat foto profil

  • Siapa yang dapat melihat bagian About

  • Pengaturan Read Receipts atau tanda pesan telah dibaca

Dengan pembatasan tersebut, identitas anak tidak mudah diketahui oleh orang asing.

4. Mengontrol Aktivitas Pesan dan Panggilan

Orang tua juga dapat mengatur:

  • Siapa saja yang dapat mengirim pesan

  • Siapa yang dapat melakukan panggilan

  • Kontak yang boleh dihubungi oleh anak

Semua aktivitas komunikasi ini berada dalam kendali orang tua.

5. Notifikasi Aktivitas Akun

Orang tua bisa menerima notifikasi terkait aktivitas obrolan anak, termasuk perubahan pada pengaturan privasi.

Jika anak ingin mengubah pengaturan tertentu, mereka harus meminta persetujuan langsung dari orang tua.

Fitur WhatsApp yang Tidak Bisa Diakses Anak

Untuk menjaga keamanan, beberapa fitur di WhatsApp tidak tersedia pada akun anak. Tujuannya adalah agar anak hanya fokus pada komunikasi dasar.

Beberapa fitur yang dibatasi antara lain:

  • Meta AI

  • Channels

  • Status

  • Chat Lock

  • App Lock

  • Linked Devices

  • Location Sharing

  • View Once Messages

  • Disappearing Messages pada chat pribadi

Dengan menonaktifkan fitur-fitur tersebut, potensi penyalahgunaan atau interaksi dengan konten yang tidak sesuai dapat diminimalkan.

Cara Mengatur Akun WhatsApp Khusus Anak

Berikut langkah-langkah membuat akun WhatsApp anak yang terhubung dengan pengawasan orang tua.

1. Membuat Akun di Perangkat Anak

  1. Unduh aplikasi WhatsApp di Google Play Store atau Apple App Store pada perangkat anak.

  2. Pilih bahasa yang diinginkan.

  3. Klik “Agree and Continue”.

  4. Pilih “More Options”.

  5. Klik “Create a Parent-Managed Account”.

  6. Daftarkan nomor ponsel anak.

  7. Masukkan tanggal lahir anak dan konfirmasi usia.

  8. Klik “Continue” untuk menghubungkan akun dengan perangkat orang tua.

2. Menghubungkan dengan Akun Orang Tua

Setelah akun anak dibuat, langkah berikutnya adalah menghubungkannya dengan akun WhatsApp milik orang tua.

Langkahnya sebagai berikut:

  1. Pindai kode QR yang muncul di layar perangkat anak menggunakan ponsel orang tua.

  2. Tautan akan otomatis mengarahkan ke aplikasi WhatsApp di ponsel orang tua.

  3. Jika belum memiliki aplikasi WhatsApp, unduh terlebih dahulu dari toko aplikasi.

  4. Klik “Agree and Continue” untuk melanjutkan.

  5. Verifikasi bahwa pengguna adalah orang dewasa.

3. Membuat PIN Pengawasan

Agar pengaturan tetap aman, orang tua diminta membuat PIN enam digit.

Langkahnya:

  1. Masukkan PIN enam digit.

  2. Jangan membagikan PIN kepada anak.

  3. Konfirmasi kembali PIN tersebut.

  4. Klik Next untuk melanjutkan.

PIN ini berfungsi sebagai kunci untuk mengubah pengaturan privasi maupun pengawasan akun anak.

4. Menyelesaikan Pengaturan

Setelah semua langkah selesai:

  1. Klik Done pada perangkat orang tua.

  2. Buka kembali WhatsApp di perangkat anak.

  3. Masukkan PIN yang telah dibuat.

  4. Klik Continue.

Kini akun WhatsApp anak sudah aktif dan berada di bawah kendali orang tua.

Mengapa Akun WhatsApp Anak Dibatasi?

Pembatasan pada akun WhatsApp anak bukan tanpa alasan. Di era digital saat ini, anak-anak memiliki risiko lebih besar saat berinteraksi di internet.

Beberapa alasan utama pembatasan tersebut antara lain:

1. Melindungi Anak dari Orang Asing

Internet memungkinkan siapa saja berkomunikasi tanpa identitas jelas. Dengan kontrol kontak, orang tua bisa mencegah anak berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal.

2. Menghindari Konten yang Tidak Sesuai

Fitur tertentu seperti channel atau pesan yang hilang otomatis berpotensi membuka akses ke konten yang tidak sesuai usia.

3. Mengajarkan Penggunaan Teknologi yang Aman

Akun yang diawasi membantu anak belajar menggunakan teknologi secara bertahap, dengan bimbingan orang tua.

4. Mengurangi Risiko Kejahatan Digital

Ancaman seperti penipuan online, perundungan digital (cyberbullying), hingga eksploitasi anak dapat diminimalkan dengan sistem pengawasan.

Manfaat Akun WhatsApp dengan Pengawasan Orang Tua

Penggunaan akun WhatsApp khusus anak memberikan beberapa keuntungan, di antaranya:

  • Komunikasi anak lebih aman

  • Orang tua dapat memantau aktivitas digital

  • Privasi anak lebih terlindungi

  • Anak tetap dapat berkomunikasi dengan keluarga dan teman secara sehat

Dengan pengaturan ini, WhatsApp mencoba menciptakan lingkungan digital yang lebih ramah anak tanpa sepenuhnya melarang mereka menggunakan teknologi komunikasi.

Secara keseluruhan, fitur akun WhatsApp khusus anak menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan anak di dunia digital. Dengan pengawasan orang tua dan pembatasan fitur tertentu, anak tetap dapat memanfaatkan teknologi untuk berkomunikasi tanpa harus terpapar risiko yang tidak diinginkan.

Jika digunakan dengan bijak, fitur ini dapat membantu orang tua membangun kebiasaan digital yang sehat sejak dini bagi anak-anak mereka. (anp)

Berita Terkait
WhatsApp Web Kini Bisa Video Call Grup Tanpa Aplikasi Desktop, Ini Fitur Barunya
6 Rekomendasi Tablet Harga di Bawah Rp2 Jutaan untuk Belajar Siswa, Cocok Jadi Pilihan Tahun Ajaran Baru 2026
Laptop Murah untuk Anak SD 2026: Rekomendasi Terbaik, Harga Terjangkau dan Performa Andal
Apa Itu Cyberdeck? Komputer Rakitan Bergaya Retro yang Semakin Digemari Gen Z
AMC-ICC Group Gelar Pelatihan AI Prompting untuk Optimalkan Kinerja Tim
Universitas Jember Perkuat Kapasitas Dosen melalui Pelatihan Kompetensi “AI for Smart Teaching” Bersama ICC dan iBLU Academy Microsoft Partner
cara membuat akun WhatsApp anak cara mengatur privasi WA anak cara menghubungkan WA anak ke orang tua cara setting pengawasan WA akun khusus anak fitur keamanan WhatsApp anak fitur pengawasan WhatsApp anak parent managed account WhatsApp pembatasan fitur WhatsApp anak

Baca Juga

WhatsApp Web Kini Bisa Video Call Grup Tanpa Aplikasi Desktop, Ini Fitur Barunya
6 Rekomendasi Tablet Harga di Bawah Rp2 Jutaan untuk Belajar Siswa, Cocok Jadi Pilihan Tahun Ajaran Baru 2026
Laptop Murah untuk Anak SD 2026: Rekomendasi Terbaik, Harga Terjangkau dan Performa Andal
Apa Itu Cyberdeck? Komputer Rakitan Bergaya Retro yang Semakin Digemari Gen Z
AMC-ICC Group Gelar Pelatihan AI Prompting untuk Optimalkan Kinerja Tim
Universitas Jember Perkuat Kapasitas Dosen melalui Pelatihan Kompetensi “AI for Smart Teaching” Bersama ICC dan iBLU Academy Microsoft Partner

Rekomendasi untuk kamu

WhatsApp Web Kini Bisa Video Call Grup Tanpa Aplikasi Desktop, Ini Fitur Barunya

bernasnews – WhatsApp resmi memperluas kemampuan panggilan di WhatsApp Web dengan menghadirkan fitur Web Calling yang…

6 Rekomendasi Tablet Harga di Bawah Rp2 Jutaan untuk Belajar Siswa, Cocok Jadi Pilihan Tahun Ajaran Baru 2026

bernasnews – Memasuki tahun ajaran baru 2026, kebutuhan perangkat belajar digital kembali meningkat. Selain seragam, tas,…

Laptop Murah untuk Anak SD 2026: Rekomendasi Terbaik, Harga Terjangkau dan Performa Andal

bernasnews – Memasuki Tahun Ajaran Baru 2026/2027, kebutuhan laptop untuk anak sekolah dasar semakin meningkat seiring…

Apa Itu Cyberdeck? Komputer Rakitan Bergaya Retro yang Semakin Digemari Gen Z

bernasnews – Di tengah dominasi laptop dan perangkat komputasi produksi massal, muncul tren baru yang menarik…

AMC-ICC Group Gelar Pelatihan AI Prompting untuk Optimalkan Kinerja Tim

bernasnews — AMC-ICC Group menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Prompt to Performance: Mengoptimalkan Kinerja Tim melalui AI…

Universitas Jember Perkuat Kapasitas Dosen melalui Pelatihan Kompetensi “AI for Smart Teaching” Bersama ICC dan iBLU Academy Microsoft Partner

bernasnews — Indonesian Certification Center (ICC) bersama iBLU Academy sebagai Microsoft Partner sukses menyelenggarakan Pelatihan…

Terpopuler

  • 1
    3 Agustus 20260 Komentar
    UGM Sambut 11.099 Mahasiswa Baru, Sri Paduka Paku Alam X Tekankan Ilmu Harus Bermanfaat bagi Masyarakat
  • 2
    28 Juli 20260 Komentar
    Kapasitas YIA Baru Terpakai 25 Persen, DIY Pacu Akselerasi Bandara Jadi Gerbang Wisata Internasional JOGLOSEMAR
  • 3
    28 Juli 20260 Komentar
    Hujan Meteor Juli 2026, Ini Waktu Lihat Southern Delta Aquariids dan Alpha Capricornids
  • 4
    28 Juli 202628 Juli 20260 Komentar
    Teras Malioboro Edisi Juli 2026
  • 5
    28 Juli 20260 Komentar
    Tema HUT RI ke-81 Tahun 2026 Resmi Lengkap Link Download Logo
  • 6
    28 Juli 20260 Komentar
    Cara Mengisi Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) 2026, Panduan Login, Jadwal, dan Link Dashboard V2
  • 7
    28 Juli 20260 Komentar
    HUT RI ke Berapa Tahun pada 2026? Ini Tema Resmi, Logo, Makna, dan Jadwal Peringatan 17 Agustus

kawijitu

bernasnews
    • About Us
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Data Pribadi
    bernasnews 2025
    • About Us
    • Kebijakan Data Pribadi
    • Pedoman Media Siber
    • Susunan Redaksi