bernasnews — Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kota Yogyakarta bersama panitia pelaksana resmi mengumumkan penyelenggaraan Kejuaraan Balap Sepeda Tingkat Kota (KEJURKOT) bertajuk Yogyakarta Criterium League 2026 yang akan digelar di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, pada Sabtu, 24 Januari 2026 mendatang.
Ajang ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk mendorong regenerasi atlet sepeda muda sekaligus memperkuat citra Yogyakarta sebagai kota ramah pesepeda.
Ketua ISSI Kota Yogyakarta, Danang Samsu, mengemukakan, bahwa Yogyakarta memiliki modal kuat sebagai kota sepeda, baik dari sisi budaya, komunitas, maupun dukungan pemerintah daerah. Menurutnya, Yogyakarta dikenal sebagai kota budaya, kota pendidikan, dan juga kota yang ramah pesepeda melalui semangat Jogja Kota Sepeda.
“Antusiasme masyarakat terhadap olahraga sepeda sangat tinggi, terlihat dari kegiatan seperti JLFR (Jogja Last Friday Ride) dan tumbuhnya berbagai komunitas. Tantangan kami hari ini adalah bagaimana mengarahkan potensi tersebut menjadi prestasi, khususnya melalui regenerasi atlet muda,” ujar Danang, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/1/2026).
Diaktakan, Yogyakarta Criterium League dirancang sebagai wadah kompetisi yang sehat, inklusif, dan terstruktur bagi atlet muda agar minat bersepeda tidak berhenti di level rekreasi semata. “Melalui kejuaraan ini, kami berharap lahir bibit-bibit atlet sepeda yang berprestasi, sekaligus terbentuk ekosistem balap sepeda yang berkelanjutan di Kota Yogyakarta,” tandas Danang.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Yogyakarta Criterium League 2026, Liontin Evangelina Setiawan, menjelaskan, bahwa konsep acara dikemas secara kompetitif sekaligus rekreatif, menggabungkan balapan sepeda, festival komunitas, hingga hiburan publik dalam satu kawasan.
“Yogyakarta Criterium League tidak hanya soal balapan. Kami menggabungkan kompetisi utama dengan festival komunitas, booth UMKM dan sepeda, hiburan, hingga fun ride yang terbuka untuk masyarakat umum. Harapannya, acara ini bisa dinikmati oleh atlet, komunitas, dan warga Jogja secara luas,” jelas Liontin Evangelina.
Konsep dan Rangkaian Acara
Yogyakarta Criterium League 2026 menghadirkan beberapa rangkaian kegiatan utama, antara lain:
- Criterium Race sebagai kompetisi inti dengan kategori Road Bike (Pra-Youth, Youth, Junior) dan Fixie (Junior, Senior, Women Open).
- FnB & Community Booth, menampilkan perlengkapan sepeda, apparel, teknologi olahraga, serta UMKM lokal dan komunitas sepeda Yogyakarta.
- Entertainment & Awarding Night, dengan live music, lead karaoke, dan penyerahan piala kepada para pemenang.
- Fun Ride “Explore Jogja”, gowes santai keliling kota dengan rute wisata yang terbuka bagi masyarakat umum.
Liontin Evangelina menambahkan, hingga saat ini target peserta sebanyak 300 atlet telah terpenuhi, menunjukkan tingginya antusiasme terhadap kejuaraan ini.
Format Balapan dan Fun Games
Criterium merupakan jenis balapan dengan lintasan tertutup berbentuk sirkuit dan berputar dalam beberapa lap. Pada Yogyakarta Criterium League 2026, penentuan pemenang menggunakan metode finish pertama.
Untuk menambah kemeriahan, panitia juga menyiapkan fun games seperti balap karung, lomba lari, dan permainan interaktif di sela-sela kompetisi.
“Kami ingin suasana tetap kompetitif, tapi juga hangat dan menyenangkan. Ini bukan hanya kejuaraan, tapi juga ruang interaksi antar atlet, komunitas, dan masyarakat,” tambah Liontin.
Tujuan Penyelenggaraan
Melalui Yogyakarta Criterium League 2026, ISSI Kota Yogyakarta dan panitia menargetkan beberapa tujuan utama, antara lain:
- Memfasilitasi dan mengembangkan bakat atlet sepeda muda.
- Mendorong regenerasi atlet di bawah pembinaan ISSI Kota Yogyakarta.
- Memperkuat citra Yogyakarta sebagai kota sepeda berkelas nasional.
- Menjadi wadah interaksi positif bagi komunitas sepeda.
- Menumbuhkan semangat hidup sehat dan sportivitas di masyarakat.
Dalam kesempatan ini, Danang Samsu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mendukung dan menyukseskan ajang ini. “Yogyakarta Criterium League adalah milik bersama. Dukungan komunitas, media, sponsor, dan masyarakat menjadi kunci agar event ini bisa berkelanjutan dan terus berkembang ke depan,” pungkasnya. (*/ ted)












