Upaya Penguatan Quality Tourism, Pemda DIY Hadirkan Glamping Pinus Pengger di Kawasan Wana Wisata Budaya Mataram Mangunan

Suasana glamping di Pinus Pengger, Dlingo, Bantul. (Foto: Istimewa)

bernasnews — Guna pengembangan wisata alam berbasis masyarakat (community-based tourism) yang kolaboratif dan berkelanjutan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY melalui Dinas Pariwisata DIY menghadirkan Glamour Camping (Glamping) Pinus Pengger di Jalan Dlingo–Patuk, Sendangsari, Terong, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, DIY.

Hadirnya fasilitas glamping di kawasan Wana Wisata Budaya Mataram Mangunan, Dlingo, ini menggandeng masyarakat lokal sebagai pengelola serta melibatkan dukungan dunia usaha melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSL/CSR).

Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas daya tarik wisata, memperkuat pemulihan ekonomi masyarakat, serta menghadirkan pengalaman wisata yang bertanggung jawab.

Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan fasilitas glamping di kawasan Hutan Pinus Pengger. Menurutnya, hal ini merupakan wujud kolaborasi pentahelix yang luar biasa. Selain lokasinya indah, ini menjadi bukti cita-cita yang sudah muncul sejak lama akhirnya dapat diwujudkan.

“Terima kasih kepada Angkasa Pura, masyarakat, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi,” kata Ni Made Dwipanti Indrayanti, dilansir dari jogjaprov.go.id.

Lebih lanjut Ni Made menjelaskan, bahwa terdapat 10 unit glamour camp yang akan hadir nantinya. Keberagaman pilihan akomodasi akan menjadi nilai tambah bagi wisatawan. “Berdiri saja di Hutan Pinus Pengger sudah luar biasa, apalagi dengan adanya glamping,” ungkapnya.

“Ini menjadi alternatif berbeda sehingga kita tidak harus berkompetisi, melainkan menghadirkan pengalaman unik agar wisatawan dapat memilih,” tambahnya.

Sekda DIY juga menekankan pentingnya promosi sejak tahap soft launching serta memastikan keberlanjutan pengelolaan dan kesiapan SDM sebelum glamping resmi beroperasi pada pertengahan tahun depan.

“Inovasi dan kolaborasi ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain bahwa kerja bersama dapat mewujudkan banyak hal. Ke depan, yang paling penting adalah perencanaan berkelanjutan dan kesiapan SDM,” imbuh Ni Made.

Pada bagian lain, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, mengemukakan, bahwa terjadi lonjakan kunjungan wisatawan selama periode Nata 2025l dan Tahun Baru 2026. Berdasarkan data PHRI, okupansi hotel di Kota Yogyakarta dan Sleman mencapai 80–85 persen, sementara di kabupaten lainnya berkisar pada angka 80 persen.

“Dengan kondisi tersebut, kita harus mampu mendistribusikan wisatawan ke wilayah lain. Pinus Pengger, Dlingo, Bantul diharapkan menjadi pilihan baru untuk menginap ketika glamping ini mulai beroperasi pertengahan tahun nanti,” jelas Imam.

Pihaknya juga menekankan pentingnya kesiapan SDM pengelola agar wisatawan mendapatkan pengalaman berkualitas. Dengan demikian maka wisatawan akan berkunjung kembali. “Ini sangat membantu upaya penguatan quality tourism di DIY. Kawasan Hutan Pinus harus mampu menjadi kawasan eksklusif dengan pengalaman berbeda bagi pengunjung,” pungkas Imam Pratanadi. (ted)