
bernasnews — Toko ritel Alfamart yang berlokasi di Padukuhan Sidoharjo, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, kembali menjadi sasaran pencurian. Peristiwa ini merupakan kejadian ketiga dalam beberapa tahun terakhir, dengan kerugian terbesar berupa uang tunai dalam brankas yang diperkirakan mencapai Rp150 juta.
Pencurian tersebut terjadi pada Jumat, 2 Januari 2025 dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Kejadian baru diketahui saat karyawan hendak membuka toko pada pukul 06.15 WIB.
Saat itu, pegawai mendapati kondisi toko dalam keadaan tidak normal, dengan plafon jebol dan ruangan terlihat berantakan.
Kepala Toko Alfamart Tepus, Ibnu Ardiansyah, mengatakan pelaku diduga menjalankan aksinya dengan perencanaan matang. Berdasarkan hasil pengecekan awal, pelaku masuk melalui bagian atap bangunan tanpa menimbulkan kecurigaan warga sekitar.
“Pelaku masuk melalui atap, menjebol galvalum dan plafon, lalu langsung menuju brankas. Setelah brankas berhasil dibuka, uang tunai di dalamnya raib,” ujar Ibnu saat ditemui di lokasi kejadian.
Brankas Jadi Target Utama
Ibnu menjelaskan, pelaku memanjat atap toko, kemudian membobol lapisan galvalum dan menjebol plafon eternit untuk masuk ke dalam area toko. Setelah berada di dalam, pelaku langsung menuju brankas yang berada di dalam ruangan.
Menurutnya, pencurian kali ini menyebabkan kerugian terbesar yang pernah dialami Alfamart Tepus. Uang tunai yang tersimpan di dalam brankas diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta dan seluruhnya hilang. Sementara itu, barang dagangan di dalam toko relatif tidak banyak disentuh.
“Kondisi ini menguatkan dugaan bahwa pelaku memang mengincar uang tunai di dalam brankas, bukan barang dagangan,” kata Ibnu.
Sudah Terjadi Tiga Kali
Rentetan pencurian di Alfamart Tepus bukan kali pertama terjadi. Ibnu menyebutkan, toko tersebut telah menjadi sasaran pencurian sebanyak tiga kali dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.
Kasus serupa sebelumnya tercatat terjadi pada tahun 2023 dan 2025. Pada dua kejadian tersebut, pihak kepolisian berhasil mengungkap kasus dan menangkap para pelakunya.
Pencurian terbaru yang terjadi pada tahun 2026 ini kembali menjadi perhatian karena nilai kerugian yang cukup besar.
“Kami sudah tiga kali mengalami kejadian seperti ini. Dua kasus sebelumnya berhasil diungkap polisi, dan kami berharap kejadian yang sekarang juga bisa segera terungkap,” ujar Ibnu.
Polisi Lakukan Olah TKP
Setelah memastikan adanya pencurian, pihak pengelola Alfamart Tepus segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tepus sekitar pukul 06.15 WIB. Aparat kepolisian kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan penyelidikan awal.
Kapolsek Tepus, AKP Suryanto, menyampaikan bahwa pihaknya langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Proses tersebut dilakukan bersama tim Inafis dari Polres Gunungkidul.
“Kami langsung melakukan pemeriksaan TKP dan mengumpulkan sejumlah barang bukti. Kami juga berkoordinasi dengan tim Inafis untuk mendalami modus operandi pelaku,” kata AKP Suryanto.
Selain melakukan olah TKP, polisi juga mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di dalam maupun di sekitar area toko. Rekaman tersebut akan digunakan untuk menelusuri pergerakan pelaku sebelum dan sesudah menjalankan aksinya.
Petugas turut memeriksa sejumlah saksi, termasuk karyawan toko dan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian. Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih terus berlangsung.
AKP Suryanto menambahkan, pihaknya masih melakukan pendalaman dengan menganalisis rekaman CCTV serta keterangan saksi untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku pencurian.
Kasus pencurian berulang di Alfamart Tepus kembali menjadi perhatian masyarakat setempat. Aparat kepolisian masih melanjutkan proses penyelidikan guna mengungkap pelaku dan mencegah terulangnya kejadian serupa di wilayah Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul. (Eln)











