Taman Nasional Baluran yang Eksotik, Destinasi Wisata Alam di Ujung Timur Pulau Jawa

Penampakan rombongan wisatawan dengan mempergunakan jeep wisata jelajah Taman Nasional Baluran, Banyuwangi, Jawa Timur. (Nuning Hargininsih)

bernasnews – Masih bingung isi liburan Nataru dan bosan dengan destinasi yang hanya itu-itu saja? Barangkali berkunjung ke Taman Nasional Baluran bisa menjadi sebuah alternatif pengisi liburan atau cuti bersama keluarga tercinta.

Taman Nasional Baluran terletak di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur. Merupakan destinasi wisata alam  eksotik, dengan luas kurang lebih 45.000 hektar atau 450 kilometer persegi. Destinasi alam ini dikelola oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan dibuka sejak tahun 1980, telah menjadi tujuan wisatawan baik wisatawan domestik maupun dari luar negeri.

Perjalanan untuk menuju Taman Nasional Baluran, dari Kota Banyuwangi kurang lebih antara 1 – 2 jam menggunakan kendaraan pribadi. Destinasi alam ini terdapat beberapa satwa liar yang jika beruntung wisatwan bisa menjumpainya segerombolan Banteng Jawa, yang merupakan satwa ikonnya Baluran.

Juga Macan Jawa, Rusa Timor, Merak Hijau, Elang Jawa, dan banyak sekumpulan Kera Ekor Panjang yang berkeliaran di sepanjang kawasan Taman Nasional Baluran. Selain satwa liar yang hidup bebas, pengunjung juga dapat menikmati Savana Bekol , yang merupakan Afrika-nya Indonesia sering juga disebut Little Africa in Jawa dengan udara yang cukup panas bisa mencapai 30 – 35 derajat Celcius.

Suasana Savana Bekol yang sering disebut Afrika-nya Indonesia. (Nuning Harginingsih/ bernasnews)

Oleh karena itulah para pengunjung diharapkan membawa bekal minum untuk masuk ke area Savana Bekol agar tidak mengalami dehirdidrasi/ kekurangan air. Taman Nasional Baluran ini juga merupakan Evergreen Forest, sebuah hutan yang tetap hijau walaupun di musim kemarau.

Di kawasan ini juga terdapat Pantai Bama yang airnya jernih, masih alami dan pengunjung bisa snorkeling atau bisa bermain pasir putih di pinggir pantainya yang bersih, serta ada hutan mangrove yang bisa di jelajahi menggunakan jembatan kayu. Pengunjung pun bisa melihat sunrise (matahari terbit) yang indah bila pagi hari.

“Untuk masuk ke Taman Nasional Baluran ini harus menggunakan kendaraan yang benar-benar fit karena masuk area dan menjelajahnya cukup lumayan waktunya,” terang, Ahmad, Driver Jeep Wisata Baluran kepada bernasnews, saat berkunjung ke destinasi setempat, Minggu (21/12/2025).

“Di sini dilarang membuang sampah sembarangan dan diimbau untuk membawa minuman, tapi hati – hati karena banyak kera yang berkeliaran yang suka merebut  barang – barang yang kita bawa. Jangan lupa untuk membawa kamera untuk mengabadikan moment kunjungan ke Baluran yang eksotik ini,” imbuhnya.

Tiket masuk ke Taman Nasional Baluran ini, bagi wisatawan domestik dan wisata asing berbeda tarifnya. Tentunya wisatawan domestik tidak terlalu mahal dan telah disesuaikan dengan daya beli masyarakat. Pengunjung juga dapat menggunakan jasa jeep wisata atau shuttle untuk menjelajahinya, per armada dapat dinaiki 5 hingga 6 orang. (nun)