Peken Klangenan Kotagede: Pasar Seni dan Kuliner Jadul yang Membuat Rindu

bernasnews — Bicara destinasi wisata di Yogyakarta kata orang Jakarta “tak ada matinye”, beragam wisata ada di kota yang juga disebut sebagai kota pendidikan dan kota budaya ini. Jika di Bali punya Desa Penglipuran, yang terkenal bersih dengan arsitektur tradisional dan suasana yang nyaman.

Yogyakarta juga punya meski hanya sekala kecil namun suasana dan keindahan tak kalah dengan desa yang viral tersebut. Namanya adalah Peken Klangenan Kotagede, kata “peken” berarti pasar, sedangkan “klangenan” merujuk pada sesuatu yang dicintai atau menghibur hati, sesuatu yang membuat rindu.

Peken Klangenan Kotagede bukan sekadar pasar tempat bertemunya penjual dan pembeli setiap hari Sabtu dan Minggu, namun tempat ini menjadi salah satu wujud pelestarian tradisi di kawasan Kotagede, yang juga dikenal sebagai sebuah kota kuno zaman kerajaan Mataram Islam pertama. Peken Klangenan menjadi ruang temu antara warisan budaya, kuliner tradisional, hingga kesenian.

Berkunjung ke destinasi ini waktu seakan berjalan lamban, mundur bahkan berhenti. Pasalnya setiap sudut dan lapak Peken Klangenan yang telah buka sejak setengah tahun silam ini membawa aroma nostalgia bagi pengunjung yang suka dengan suasana dan nuansa tempo dulu.

Salah satu satu lapak Peken Klangenan Kotagede, Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

Di antara deretan lapak kayu, pengunjung dapat menemukan jajanan jadul yang beragam dengan rasa terjamin dan harga merakyat. Kemudian ada juga ruang pameran dengan karya-karya yang apik, ada lapak buku, pernak-pernik kerajinan tangan dan banyak lainnya.

Berbagai aktivitas seru juga bisa diikuti oleh pengunjung, mulai dari terapi warna, terapi semesta, ku temani ku dengar, menyulam perca, cetak daun di atas kanvas, dan beberapa aktivitas atau dolanan yang menyenangkan lainnya.

Suasana lorong Peken Klangenan Kotagede, Yogyakarta, Minggu (21/12/2025). Foto: Tedy Kartyadi/ bernasnews

Meskipun buka hanya setiap hari Sabtu dan Minggu, Peken Klangenan Kotagede dapat menghadirkan suasana damai yang jarang atau telah langka ditemui di tengah gegap gempita dan sibuknya perkotaan.

Tidak hanya menjadi ajang wisata namun juga menjadi ajang pemberdayaan warga setempat, sebagai pelaku UMKM, seniman maupung pengrajin. Di Peken Klangenan Kotagede masa lalu bukan sekadar cerita, melainkan napas yang tetap dihidupkan dalam keseharian.

Tempat di mana tawa dan keramahan berpadu menjadi satu harmoni yang membuat siapapun jatuh cinta pada Yogyakarta. Lokasi Peken Klangenan Kotagede tidak jauh dari pusat Kota Yogyakarta, bahkan bisa dikata sejengkal dari komplek Masjid Mataram dan makam raja-raja Kotagede, Yogyakarta. (ted)