News  

Sekolah Rabu Ambarketawang, Gamping, Sleman : “Membuat Bucket Wisuda”

Suasana Sekolah Rabu Amberketawang “Membuat Bucket Wisuda” di kantor Kalurahan Ambarketawang, Gamping, Sleman, DIY, Rabu 15/10/2025. (Foto “ Molis)

bernasnews – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Program Kerja 2 (TP PKK Pokja 2) Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Perpustakaan Ambarketawang menyelenggarakan Program Sekolah Rabu bertema “Membuat Bucket Wisuda” di kantor kalurahan setempat, Rabu (15/10/2025) pukul 13.00 WIB.

Program Sekolah Rabu merupakan acara rutin sejak terbentuknya TP PKK Kalurahan Ambarketawang. TP PKK memiliki banyak Pokja, yaitu Pokja 1, Pokja 2, Pokja 3, dan Pokja 4. Untuk Pokja 2 berhubungan dengan pendidikan yang di dalamnya terdapat kepengurusan tersendiri dan memiliki program relevan masing-masing.

Sekolah Rabu selalu membuat program yang berbeda-beda antara lain program membuat lilin dengan minyak jlantah (bekas), membuat sabun natural. Acara ini merupakan kolaborasi antara TP PKK Pokja 2 dan Perpustakaan Ambarketawang serta dihadiri oleh perwakilan dari beberapa padukuhan.

Di Kalurahan Ambarketawang terdapat 13 padukuhan dan masing-masing perwakilan mengirimkan dua orang. Peserta Sekolah Rabu merupakan warga yang belum pernah ikut atau belum memiliki keterampilan hal tersebut. Kemudian setiap warga yang ingin mengikuti sudah didata dan dimasukkan ke dalam grup whatsApp agar dapat dikoordinir.

“Tujuan acara ini membuat suatu keterampilan, dan diharapkan nantinya bagi peserta Sekolah Rabu sebagai ajang bisnis. Tidak hanya di sini saja, namun juga dapat menularkan ke dusun masing-masing,” kata Ketua Pokja 2 Subranti Praba Bima Tirtanindyah.

Menurut dia, meskipun dinamakan Sekolah Rabu namun dalam pelaksanaannya tidak selalu pada hari Rabu karena beberapa factor. Seperti tempat yang tidak memungkinkan di hari itu maka harus berganti hari.

Kepala Perpustakaan Ambarketawang Ika Anissa mengatakan, alasan dari terbentuknya program-program yang sedang direncakan maupun yang sudah dilaksanakan sebagian karena perpustakaan menyadari bahwa minat membaca sangat rendah khususnya di Ambarketawang.

“Kami dari perpustakaan menyadari bahwa minat membaca di Ambarketawang sangat rendah, maka pendekatan kami meningkatkan literasi tidak hanya ‘ayo pinjam buku ke perpustakaan’ tapi membuat program yang kegiatannya itu bisa langsung dinikmati oleh masyarakat,” kata dia.

Perpustakaan Ambarketawang mensupport sebuah ide yang dikoordinasikan oleh TP PKK dengan melakukan riset kecil-kecilan supaya mengetahui apa yang dibutuhkan masyarakat. Itulah yang akan menjadikan bahan Sekolah Rabu.

Tentang anggaran kegiatan diajukan di setiap akhir tahun, agar nantinya tahun depan dapat langsung dilaksanakan setelah anggaran cair. Begitu juga dengan perencanaan rapat dilakukan setiap akhir tahun, dan setelah disetujui baru muncul tema-tema yang dilaksanakan Prokja 2.

Dalam kegiatan Prokja 2 selalu disampaikan buku-buku yang digunakan sebagai sumber referensi setiap program. “Meskipun tidak membaca langsung, minimal mereka bisa melihat ‘oh ternyata informasi itu dapat dilihat lewat buku. Tidak hanya lewat youtube dan media sosial. Meskipun minim sekali kami menghadirkan buku dalam setiap kegiatan,” kata Ika Annisa.

Menurut dia, perpustakaan juga bertanggung jawab menghadirkan narasumber yang dibutuhkan sesuai dengan tema yang berlangsung. Pokja 2 membantu sekaligus berkolaborasi dengan kebersamaannya secara teknis.

Acara Sekolah Rabu ini adalah ke-4 kalinya dalam tahun 2025. Harapannya kegiatan ini dapat meningkatkan literasi masyarakat, apakah itu membaca, atau mencari sumber dari media lain dan hasil dari mengikuti kegiatan ini juga mengambil hikmah dari kegiatan ini.

Dalam praktek, memang belum semua menerapkan terkait apa yang sudah dipaparkan melalui berbagai program Pokja 2. Namun sebagian masyarakat yang sudah memiliki usaha dan keterampilan mampu mengembangkan serta menjadi wawasan baru untuk bisnisnya. Bagi yang belum memiliki usaha minimal masyarakat dapat menciptakan ide baru.

“Perpustakaan Ambarketawang memiliki banyak kegiatan dan komunitas-komunitas serperti Amarilis. Dengan mewadahi atau sebagai tempat siapa saja yang berminat atau hobi menulis, membaca dan suka menciptakan karya itu semua melalui Amarilis,” kata Ika Annisa. (mar/Molis dan Syifa Alisyia)