Kota Yogya Menjadi Pionir, Memiliki Tim Tanggap Insiden Siber

Ilustrasi teknologi informasi. (Pixabay.com)

bernasnews — Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia mengadakan kegiatan Forum Komunikasi Siber dan Sandi Daerah (FORKOMSANDA) DIY, yang berlangsung di Hotel New Saphir Yogyakarta, Selasa (14/10/2025).

Kegiatan bertema “Memperkuat Kelembagaan FORKOMSANDA dalam Menjaga Ruang Siber” ini, bertujuan untuk mempererat koordinasi dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan ruang siber di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Hadir dalam kegiatan ini, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN RI Dr. Sulistyo dan Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DIY Heri Edi Tri Wahyu Nugroho, serta perwakilan Unit Teknis Persandian, dan unsur keamanan Dinas Kominfo kabupaten/kota se-DIY.

Kepala BSSN RI, Nugroho Sulistyo Budi dalam paparannya menekankan pentingnya kesiapan dan struktur penanganan insiden siber di setiap daerah. Menurutnya, Kota Yogyakarta menjadi pionir di Indonesia yang telah memiliki Tim Tanggap Insiden Siber (Computer Security Incident Response Team/CSIRT) di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.

“Penyelenggaraan sistem elektronik harus dilakukan secara aman dan andal. Setiap instansi perlu memiliki tim tanggap insiden siber agar bisa segera melakukan isolasi dan mitigasi ketika terjadi serangan,” kata Nugroho, dikutip dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta.

Pihaknya juga mengungkapkan, BSSN tengah mendorong percepatan pembentukan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber, yang diharapkan dapat disahkan tahun ini.

“Semakin terintegrasi sistem kita, semakin penting pula keamanan siber. Ketika insiden terjadi, kita harus tahu langkah apa yang diambil. Minimal insiden kecil bisa ditangani di tingkat bawah, sedangkan kerentanan besar dapat diteruskan ke tingkat sektor,” ujar Nugroho.

Lebih lanjut Nugroho juga mengingatkan pentingnya sistem komunikasi alternatif, terutama di tengah ketergantungan pada teknologi digital. Digitalisasi memberi kemudahan, tapi juga membuka peluang ancaman.

“Jangan sampai data publik diakses oleh pihak yang tidak berhak. Keamanan hanya bisa terwujud jika kita menyelenggarakan sistem secara aman, dengan personil yang terlatih dan tata kelola yang sesuai standar,” tegasnya.

Pada bagian lain, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menyambut baik arahan BSSN RI dan menilai koordinasi antarinstansi dalam bidang siber di DIY sudah berjalan dengan baik. Menurut Wawan, koordinasi antarinstansi dalam bidang siber di DIY sudah berjalan dengan baik.

“Koordinasi ini memberi banyak masukan penting. Kami berharap sinergi yang sudah terbangun dapat terus dijalankan agar penanganan layanan publik berjalan aman dan nyaman,” ungkapnya.

“Pemerintah Kota Yogyakarta bersama BSSN dan pemerintah kabupaten di DIY telah membangun sistem keamanan jaringan, membentuk tim tanggap insiden siber, serta meningkatkan kapasitas ASN melalui pelatihan dan literasi keamanan digital,” tambah Wawan.

Wawali juga berharap kegiatan FORKOMSANDA ini dapat menghasilkan rekomendasi strategis dan komitmen kolaboratif yang bisa diimplementasikan secara nyata di seluruh wilayah DIY.

Senada yang disampaikan oleh Wawali, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kota Yogyakarta Ignatius Tri Hastono menjelaskan, bahwa FORKOMSANDA tidak hanya menjadi forum koordinasi namun harapannya juga sebagai wadah penguatan jejaring siber se-DIY.

Menurut Tri Hastono, forum ini memperkuat sinergi lintas sektor untuk mewujudkan tata kelola keamanan informasi yang baik, meningkatkan kesadaran digital. “Juga memastikan ruang siber kita tetap aman dan andal,” pungkasnya. (ted)