bernasnews – Pada saat ini, anak-anak sudah banyak yang melupakan permainan tradisional. Mereka lebih berfokus pada permainan modern seperti permainan game yang diakses di HP atau sering disebut game online. Oleh karenanya, guru-guru dan Kidzopedia berharap supaya permainan tradisional tidak dilupakan sehingga permainan ini dapat selalu dipelajari oleh anak-anak ke depannya
“Tata cara permainan tradisional dapat dibukukan sehingga dapat dibaca oleh guru-guru dari setiap lembaga. Para guru PAUD, TK, TPA, dan KB agar dapat mempermainkan kembali permainan tradisional yang sudah jarang dijumpai pada era sekarang,” kata Ketua Paguyuban PAUD Ambarketawang Endang Widianingsih, S.Pd., M.Si.
Dia mengemukakan hal itu dalam acara Worshop Menulis Buku bersama Komunitas Ambarketawang Mari Menulis (Amarilis) di ruang rapat Puntodewo Kantor Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat 10/10/2025.
Workshop ini dihadiri oleh perwakilan guru 24 sekolah PAUD di Kalurahan Ambarketawang. Acara ini merupakan kegiatan kedua setelah tahun 2024 digelar agenda seperti dengan menghasilkan satu buku berjudul “Praktik Baik”. Buku itu sudah diperkenalkan kepada seluruh guru PAUD di Ambarketawang.
”Harapan saya supaya teman-teman belajar, belajar menulis dan dapat diterapkan di lembaga nantinya. Sedangkan Komunitas Amarilis Perpustakaan Ambarketawang dapat menjadi wadah saling menyemangati untuk meningkatkan literasi di Ambarketawang khususnya dalam kegiatan menulis.
Tulisan Kidzopedia diharapkan diterbitkan sehingga dapat menjadi referensi pengajar PAUD di lembaga masing-masing, serta dapat menjadi bahan untuk membaca nyaring ibu-ibu yang memiliki balita di rumah,” kata Endang Widianingsih. (mar/Syifa Alisya dan Molis)












