News  

Sutardji Calzoum Bachri : Bangsa Ini Dilahirkan oleh Puisi Maka Hargailah Puisi

Suasana acara Bincang Sastra : Bedah Buku dan Baca Puisi KECUALI di kampus UAD Yogyakarta, Rabu 8/10/2025. (Foto : Syifa Alisyia)

bernasnews – Bincang Sastra : Bedah Buku dan Baca Puisi KECUALI Kumpulan Puisi diselenggarakan oleh PWM DIY, UAD, Pesantren Ilmu Giri dan Lembaga Seni Budaya PWM DIY di Amphitarium Unuiversitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Rabu (8/10/2025). Tampil sebagai pembicara adalah Sutardji Calzoum Bachri, H.M. Nasruddin Anshoriy Ch, dan Prof. Dr. Rina Ratih Sri Sudaryani, M.Hum.

Presiden Penyair Indonesia dan penulis buku KECUALI Sutardji Calzoum Bachri pada kesempatan ini mengemukakan, “Bangsa ini dilahirkan oleh puisi maka hargailah puisi.”

Pembukaan acara ini diawali dengan lantunan ayat-ayat suci Al Quran oleh perwakilan dari mahasiswa Fakultas Sastra UAD. Kemudian sambutan oleh Dekan FSBK UAD, Rektor UAD, Ketua PWM DIY, dan sambutan secara online oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Abdul Mu’ti.

Acara dilanjutkan dengan penampilan Tragedi Winka dan Shika dari perwakilan mahasiswa Sastra UAD, penampilan drama “Luka” karya Sutardji Calzoum Bachri dari perwakilan mahasiswa Sastra Inggris UAD. Puncak acara yaitu bincang sastra oleh tiga narasumber.

Prof Rina Ratih mengemukakan, Sutardji adalah seorang Presiden Penyair Indonesia karena dia tidak hanya penyair dan penulis sastra puisi namun membuat puisi itu hidup dan penuh makna.

“Beliau telah diakui bukan hanya di dalam negeri namun luar negeri pula karena sudah dikenal oleh masyarakat luar. Bapak Sutardji konsisten dan beliau tidak pernah meninggalkan puisi,” kata dia.

Acara Bincang Sastra dengan Bedah Buku dan Baca Puisi KECUALI ini dihadiri oleh para sahabat, teman-teman dan tamu undangan yang mengenal baik Sutardji serta seluruh mahasiswa Fakultas Sastra UAD Yogyakarta. (mar/Syifa Alisyia)