bernasnews — Keberhasilan beternak sapi salah satu faktor terpenting adalah kondisi dan kebersihan kandang. Hal ini telah menjadi persoalan klasik peternak sapi, yakni kandang yang sulit dibersihkan secara rutin dan tingginya kadar gas ammonia dalam kendang yang membahayakan kesehatan ternak maupun peternak itu sendiri.
Persoalan yang sering dihadapi oleh peternak seperti itu, menumbuhkan kepedulian mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali menunjukkan perannya dalam memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
Melalui Program Kreativitas Mahasiswa – Penerapan Iptek (PKM-PI), tim mahasiswa menghadirkan inovasi ‘SmartCleaner: Inovasi Sistem Pembersih Bertenaga Surya dan Monitoring Amonia’ untuk membantu Kelompok Tani Ngudi Makmur, di Desa Gunung Manuk, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, DIY.
Tim Kreatif Mahasiswa UNY ini terdiri dari Veri Saputra dari Pendidikan Teknik Elektro; Shafa Feby Ayuningtyas dari Pendidikan Teknik Elektro, dan Anida Syafa Hapsari, Biologi. Mereka turun langsung ke lapangan, berdiskusi dengan peternak, dan menemukan bahwa keterbatasan waktu serta tenaga membuat pembersihan kandang hanya dilakukan tiga hingga empat kali seminggu.
“Akibatnya, kotoran menumpuk, gas ammonia pun meningkat, dan berdampak pada kesehatan sapi. Bobot ternak turun hingga 15 persen, harga jual merosot, dan kerugian kelompok tani bisa mencapai Rp 400 juta per siklus,” kata Veri Saputra, selaku Ketua Tim Kreatif, Jumat (19/9/2025).
SmartCleaner Menggabungkan Teknologi IoT dengan Energi Terbarukan
Menurut Veri, fakta ini yang mendorong lahirnya SmartCleaner yang menggabungkan teknologi Internet of Things (IoT) dengan energi terbarukan. SmartCleaner dirakit di Bengkel Elektro FT UNY dengan menggabungkan sejumlah komponen inti menjadi satu sistem terpadu.
“Panel surya digunakan sebagai sumber energi utama yang ramah lingkungan. Tenaga listrik dari panel ini menggerakkan motor listrik dan penggaruk otomatis yang bekerja sesuai jadwal melalui modul Real-Time Clock (RTC),” bebernya.
Dengan demikian, lanjut Veri, pembersihan kandang tidak lagi bergantung pada tenaga manusia. Sistem ini juga dilengkapi sensor amonia MQ-137 yang mendeteksi konsentrasi gas berbahaya. Jika kadar amonia melampaui ambang batas, kipas exhaust otomatis akan aktif dan notifikasi dikirim ke smartphone peternak melalui aplikasi IoT.
Semua informasi terkait jadwal pembersihan, kondisi kandang, dan grafik kadar amonia dapat dipantau secara real-time. Kotoran sapi yang digaruk otomatis lalu dialirkan ke wadah khusus untuk diolah menjadi pupuk organik, sehingga tidak hanya menjaga kebersihan kandang tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.
Dampak Implementasi SmartCleaner dan Produktifitas Petani
Hasil implementasi SmartCleaner terbukti memberi dampak signifikan. Waktu pembersihan kandang yang biasanya memakan 1–2 jam kini hanya sekitar 15 menit per hari. Beban kerja peternak berkurang, sementara kondisi sapi semakin sehat karena lingkungan lebih bersih dan bebas gas amonia.
Berat badan sapi meningkat rata-rata 0,3–0,8 kilogram per hari, sehingga produktivitas peternakan naik signifikan. Pupuk organik hasil pengolahan limbah juga mulai dipasarkan secara lokal, memberi tambahan pemasukan bagi kelompok tani. Inovasi ini tidak hanya soal teknologi, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi sirkular dengan memanfaatkan limbah sebagai sumber daya baru.
Pada bagian lain Shafa Feby Ayuningtyas menambahkan, bahwa sistem monitoring berbasis smartphone akan terus dikembangkan agar lebih ramah pengguna. Sementara Anida Syafa Hapsari menekankan pentingnya edukasi kesehatan kandang kepada peternak agar inovasi ini berkelanjutan.
Melalui SmartCleaner, mahasiswa UNY membuktikan bahwa inovasi teknologi tidak berhenti di laboratorium, tetapi mampu hadir di tengah masyarakat dan membawa dampak nyata.
Program ini sekaligus memperkuat komitmen UNY dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), serta menjadikan UNY dan Kemdiktisaintek sebagai motor penggerak transformasi iptek yang berdampak luas bagi bangsa. (*/ ted)












