News  

Pelantikan Sekda Baru DIY, Sri Sultan Tekankan Pentingnya Smart ASN di Era Digital

Pelantikan Sekda Baru DIY
Pelantikan Sekda Baru DIY

bernasnews– Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, melantik Ni Made Dwipanti Indrayanti sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) baru DIY di Bangsal Kepatihan, Senin (15/9/2025). Sejumlah pejabat tinggi pratama juga turut mengucapkan sumpah jabatan pada kesempatan tersebut.

Namun, prosesi pelantikan ini bukan sekadar seremoni. Dalam pidato pengarahannya, Sri Sultan menyalakan alarm moral bagi aparatur sipil negara (ASN) DIY untuk tidak tergelincir dalam jebakan era digital, terutama fenomena hyper-reality dan gaya hidup flexing yang kian marak.

Pesan Sri Sultan saat Pelantikan Sekda Baru DIY

Dengan nada tegas, Sri Sultan mengingatkan ASN agar tetap berpijak pada realitas dan menjaga integritas di tengah derasnya arus informasi dan budaya pamer di media sosial.

“ASN jangan ikut larut dalam flexing. Jadilah jangkar penenang di tengah gelombang, bukan pemicu riuh yang memperkeruh,” tegas Sultan, mengutip dari tugujogja.id.

Menurutnya, derasnya arus berita dan unggahan media sosial sering kali melahirkan realitas semu, di mana batas antara fakta dan rekayasa semakin kabur.

“Undhaking Pawarta, Sudaning Kiriman,” ujarnya, menggambarkan derasnya banjir informasi yang bisa memengaruhi persepsi publik.

Karena itu, Sultan menekankan, ASN DIY harus hadir sebagai penopang kohesi sosial, pengawal etika publik, sekaligus teladan integritas.

Dalam pandangan Sultan, jabatan Sekda bukan sekadar posisi birokrasi, melainkan poros pengendali yang menautkan visi gubernur dengan langkah operasional perangkat daerah. Sekda menjadi motor penggerak, penjaga ritme, sekaligus simpul penentu arah birokrasi.

“Di DIY, peran Sekda menjadi semakin krusial. Status keistimewaan menuntut tanggung jawab moral yang lebih besar. Sekda harus mampu menjaga warisan budaya, meneguhkan nilai, dan memastikan kemajuan tetap berpijak pada akar,” kata Sultan.

Capaian DIY dan Tuntutan Era Digital

Sejumlah capaian penting yang DIY raih tak lepas dari kepemimpinan Sekda sebelumnya.

  • Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2024 mencapai 81,62
  • Predikat Reformasi Birokrasi bernilai A
  • SAKIP berstatus AA, tertinggi di Indonesia
  • Indeks SPBE DIY berpredikat Memuaskan dan menempati peringkat kedua nasional

Sri Sultan menekankan, keberhasilan tersebut adalah buah konsistensi kolektif. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan birokrasi di era digital semakin kompleks, sehingga menuntut ASN yang lincah, adaptif, dan transparan.

“Teknologi hanyalah alat, bukan tujuan akhir. Lebih penting adalah perubahan budaya kerja,” tandasnya.

Ia mendorong lahirnya Smart ASN, aparatur yang cakap teknologi, inovatif, berjiwa wirausaha, tetapi tetap empatik dan tidak terjebak gaya hidup semu.

Sultan juga menegaskan pentingnya sistem merit dalam tata kelola birokrasi DIY. Baginya, jabatan bukanlah hadiah loyalitas, melainkan amanah yang diberikan atas dasar kompetensi.

“Profesionalisme harus mengatasi rasa sungkan. Reward and punishment harus ditegakkan,” ungkapnya.

Dalam kerangka inilah, Sekda dipandang sebagai role model: lembut dalam budaya, tetapi tegas dalam prinsip.

Pelantikan Ni Made Dwipanti menjadi Sekda baru disebut sebagai momentum regenerasi kepemimpinan di DIY. Regenerasi, menurut Sultan, bukan sekadar soal usia, melainkan penyegaran nilai, energi, dan cara pandang birokrasi.

“Kita menghadapi era disrupsi, transisi energi, krisis iklim, dan penetrasi teknologi. ASN harus bergerak gesit, responsif, dan kolaboratif,” pesannya.

Sultan menutup pidatonya dengan peringatan mendalam, bahwa keistimewaan Yogyakarta bukan sekadar privilese, melainkan kualitas yang harus diperjuangkan terus-menerus.

“Inilah seni memimpin di Yogyakarta, berjalan di atas garis halus antara keluhuran dan kebermanfaatan. Menjadikan budaya sebagai mesin peradaban, dan birokrasi sebagai jembatan kesejahteraan,” pungkasnya.***